TARAKAN – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 933,73 gram netto melalui Bandara Internasional Juwata Tarakan berhasil digagalkan berkat kejelian petugas Aviation Security (Avsec) saat melakukan pemeriksaan bagasi penumpang menggunakan mesin X-ray.
Temuan tersebut menjadi awal terbongkarnya jaringan peredaran sabu lintas daerah yang kini masih dikembangkan Satresnarkoba Polres Tarakan bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Utara.
Kasi Keamanan Penerbangan Bandara Juwata Tarakan, Martono mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan sebagaimana prosedur standar terhadap seluruh penumpang yang akan berangkat. Saat itu, salah satu bagasi memperlihatkan citra yang tidak lazim ketika melewati mesin X-ray.
"Barang tersebut awalnya terlihat seperti barang bawaan biasa. Namun hasil X-ray menunjukkan pola yang tidak wajar sehingga kami lakukan pemeriksaan lanjutan," ujarnya.
Pemeriksaan manual kemudian dilakukan dengan membuka isi bagasi. Petugas menemukan sabu yang telah disamarkan di dalam berbagai kemasan makanan ringan dan susu untuk mengelabui pemeriksaan keamanan.
Sesuai prosedur, petugas Avsec langsung melaporkan temuan tersebut kepada pengawas, kemudian diteruskan kepada pihak keamanan bandara dan Polsek Kawasan Pelabuhan dan Bandara (KSKP) Polres Tarakan.
Tidak lama kemudian, tim gabungan kepolisian bersama petugas bandara melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mengamankan seluruh barang bukti. Dari pengembangan kasus tersebut, polisi berhasil mengungkap peredaran sabu dengan barang bukti mencapai 933,73 gram netto.
Martono menegaskan keberhasilan itu tidak lepas dari penerapan sistem pengamanan berlapis yang dimulai sejak penumpang memasuki area bandara, proses check-in hingga pemeriksaan sebelum keberangkatan.
"Kami menerapkan profiling terhadap penumpang sejak awal masuk bandara. Semua aktivitas juga dipantau melalui CCTV dan pengawasan petugas di lapangan," katanya.
Menurutnya, mesin X-ray yang digunakan telah dilengkapi teknologi dual view yang mampu membedakan material organik dan nonorganik sehingga barang yang disamarkan tetap dapat dikenali.
"Dengan teknologi tersebut dan pengalaman petugas membaca hasil X-ray, upaya penyelundupan bisa dideteksi lebih dini," jelasnya.
Saat ini Bandara Juwata memiliki 58 personel Avsec yang ditempatkan di terminal penumpang maupun area kargo. Seluruh personel secara berkala mengikuti pelatihan dan recurrent training untuk meningkatkan kemampuan deteksi ancaman keamanan penerbangan.
"Kami akan terus memperketat pengawasan dan memperkuat koordinasi dengan kepolisian serta seluruh stakeholder agar jalur udara tidak dimanfaatkan sebagai sarana penyelundupan narkotika," pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT