0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

RSUD Jusuf SK Kesulitan Mencari Dokter Subspeasialis Bedah Saraf Anak, Ini Penjelasannya

Zakaria RT • Minggu, 21 Juni 2026 | 20:52 WIB
BERI PENJELASAN: Plt Direktur RSUD dr Jusuf SK Tarakan, dr Budy Azis B., Sp.PK., MH, menjelaskan upaya pemenuhan kebutuhan dokter subspesialis di rumah sakit milik Pemprov Kaltara tersebut. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BERI PENJELASAN: Plt Direktur RSUD dr Jusuf SK Tarakan, dr Budy Azis B., Sp.PK., MH, menjelaskan upaya pemenuhan kebutuhan dokter subspesialis di rumah sakit milik Pemprov Kaltara tersebut. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Terbatasnya tenaga dokter subspesialis bedah saraf anak masih menjadi pekerjaan rumah bagi RSUD dr Jusuf SK. Berbagai upaya pun dilakukan manajemen rumah sakit, termasuk menjalin komunikasi dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) Jakarta guna mencari dukungan sumber daya manusia.

Plt Direktur RSUD dr Jusuf SK Tarakan, dr Budy Azis B., Sp.PK., MH, mengungkapkan, kesulitan mendapatkan dokter subspesialis di daerah perbatasan bukan hanya terjadi pada layanan bedah saraf anak. Sebelumnya, rumah sakit juga pernah mengalami persoalan serupa ketika membutuhkan dokter subspesialis bedah jantung.

Menurutnya, dari lima dokter bedah jantung yang lulus pada saat itu, tidak ada satu pun yang bersedia ditempatkan di Tarakan. Kondisi tersebut membuat rumah sakit harus mencari bantuan melalui kerja sama dengan rumah sakit di Samarinda.

“Pernah ada lima lulusan dokter bedah jantung, tetapi tidak satu pun yang bersedia ke Tarakan. Akhirnya kami harus bekerja sama dengan rumah sakit di Samarinda untuk mendapatkan bantuan tenaga dokter,” ujarnya, Minggu (21/6).

Selain itu, RSUD Jusuf SK juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait pemenuhan kebutuhan dokter subspesialis. Salah satu opsi yang sempat ditawarkan yakni penempatan dokter lulusan luar negeri.

Namun, solusi tersebut belum dapat dijalankan lantaran dokter yang ditempatkan harus didampingi dokter senior, sedangkan persyaratan tersebut belum dapat dipenuhi rumah sakit. Sebagai langkah lanjutan, manajemen rumah sakit telah mengirim surat kepada Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta. Pertemuan dengan pihak rumah sakit rujukan nasional itu dijadwalkan berlangsung pada awal Juli mendatang.

Budy juga memastikan pelayanan penunjang medis tetap berjalan normal meski salah satu unit MRI sedang menjalani perbaikan. Menurutnya, rumah sakit masih memiliki satu unit MRI lainnya yang dapat digunakan untuk melayani pasien.

Selain itu, layanan CT Scan juga dipastikan masih berfungsi dengan baik sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. “Kalau MRI memang ada satu unit yang sedang diperbaiki, tetapi satu unit lainnya masih berfungsi dengan baik. Untuk CT Scan juga masih beroperasi normal dan tidak ada masalah,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, RSUD Jusuf SK bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga tengah menyiapkan dokter putra daerah untuk menempuh pendidikan spesialis bedah saraf. Saat ini, satu dokter asal Tarakan sedang menjalani pendidikan dan diproyeksikan kembali bertugas di RSUD Jusuf SK setelah menyelesaikan studinya. “Sudah ada putra daerah yang sedang sekolah spesialis bedah saraf dan nanti akan kembali bertugas di RSUD Jusuf SK. Namun proses pendidikannya masih sekitar dua tahun lagi,” tutupnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#dokter subspesialis #tarakan #RSUD Jusuf SK