Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Cabai Rawit di Tarakan Alami Kenaikan, Sebagian Harga Bahan Pokok Diklaim Masih Stabil

Zakaria RT • Rabu, 17 Juni 2026 | 20:28 WIB
NAIK: Cabai rawit di Tarakan alami kenaikan dari Rp 80 ribu menjadi Rp 90 ribu per kilogram. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
NAIK: Cabai rawit di Tarakan alami kenaikan dari Rp 80 ribu menjadi Rp 90 ribu per kilogram. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Tarakan masih relatif stabil pada pekan ini. Namun, komoditas cabai rawit kembali mengalami kenaikan dan menjadi salah satu penyumbang utama fluktuasi harga pangan di pasaran. 

Berdasarkan laporan perkembangan harga kebutuhan pokok yang dirilis Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Tarakan edisi Rabu (17/6), harga cabai rawit tercatat naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 90 ribu per kilogram atau meningkat sekitar 12,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan DKUKMPP Kota Tarakan, Erni Mardi Astuti mengatakan, secara umum kondisi harga kebutuhan pokok di Tarakan masih terkendali. Kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas tertentu, terutama cabai rawit.

“Secara umum pasokan kebutuhan pokok masih tersedia dan sebagian besar harga komoditas masih stabil. Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan, terutama pada kelompok cabai,” ujarnya, Rabu (17/6).

Lanjutnya, di tengah kenaikan cabai rawit, sebagian besar komoditas pangan lainnya masih menunjukkan harga yang relatif stabil. Beras SPHP masih dipasarkan Rp 13.100 per kilogram, sedangkan beras Premium Bulog bertahan di harga Rp 15 ribu per kilogram.

"Stabilitas harga juga terjadi pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng kemasan sederhana dijual Rp 24 ribu per liter, sementara minyak goreng kemasan premium tetap berada di level Rp 25 ribu per liter," jelasnya.

Adapun untuk komoditas protein hewani, daging sapi segar masih dibanderol Rp160 ribu per kilogram. Sementara daging ayam broiler dijual Rp 45 ribu per kilogram dan telur ayam broiler ukuran sedang bertahan di harga Rp 60 ribu per piring.

"Pergerakan harga terjadi pada beberapa jenis cabai lainnya yang mengalami penurunan. Cabai merah besar turun dari Rp 60 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Cabai hijau besar juga turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram, sedangkan cabai tiung kapal mengalami penurunan dari Rp 75 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram," tukasnya.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami perubahan. Bawang merah masih dijual Rp 60 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih bertahan di harga Rp 35 ribu per kilogram.

"Komoditas hortikultura lainnya juga terpantau stabil. Harga kentang tercatat Rp 20 ribu per kilogram, tomat Rp 25 ribu per kilogram, dan bayam Rp 8 ribu per ikat. Pada sektor perikanan, harga ikan bandeng masih berada di level Rp 20 ribu per kilogram, ikan tongkol Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan ikan bawal dipasarkan Rp 60 ribu per kilogram," urainya.

Erni menegaskan, ketersediaan pasokan bahan pokok yang masih terjaga menjadi faktor utama yang membuat harga mayoritas komoditas tidak mengalami perubahan signifikan. “Pasokan bahan kebutuhan pokok di Tarakan masih aman sehingga harga secara umum masih terkendali,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #cabai rawit #bahan pokok #pasar