Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ekspor Langsung Terhenti, Pelaku Usaha Sebut Kaltara Kehilangan Peluang Nilai Tambah dan Pasar Internasional

Eliazar Simon • Minggu, 14 Juni 2026 | 15:13 WIB
BERDAMPAK  : Tertundanya ekspor langsung komoditas perikanan dari Kaltara hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga nilai tambah ekonomi yang didapatkan daerah. ISTIMEWA
BERDAMPAK  : Tertundanya ekspor langsung komoditas perikanan dari Kaltara hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga nilai tambah ekonomi yang didapatkan daerah. ISTIMEWA

TARAKAN – Tertundanya ekspor langsung komoditas perikanan dari Kalimantan Utara tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga dinilai berpotensi mengurangi nilai tambah ekonomi yang seharusnya dapat dinikmati daerah.

Pelaku usaha ekspor berinisial BA mengatakan, selama ini sebagian besar komoditas perikanan asal Kaltara masih dikirim melalui daerah lain atau menggunakan jalur laut sebelum akhirnya diekspor ke pasar internasional.

Kondisi tersebut membuat aktivitas perdagangan internasional yang berasal dari Kaltara tidak selalu tercatat sebagai ekspor langsung dari daerah.

Menurut BA, keberadaan jalur ekspor langsung melalui Bandara Internasional Juwata Tarakan menjadi peluang penting untuk memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan lokal.

“Kalau bisa ekspor langsung dari Kaltara, nilai tambahnya bisa kembali ke daerah. Misalnya komoditas seperti rumput laut, udang, kepiting, dan ikan. Kalau rantainya lebih pendek, nelayan dan pelaku usaha juga bisa mendapatkan harga yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dua kali pengiriman langsung ke Hong Kong yang telah dilakukan sebelumnya membuktikan bahwa produk perikanan Kaltara memiliki peluang besar menembus pasar ekspor tanpa harus melalui daerah lain.

Namun tertundanya pengiriman lanjutan membuat sejumlah produk yang telah disiapkan untuk pasar ekspor terpaksa dialihkan ke pasar lokal maupun dikirim kembali melalui jalur laut.

Menurut BA, kondisi tersebut menyebabkan kerugian karena harga pembelian komoditas sebelumnya telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar ekspor yang memiliki standar dan nilai jual lebih tinggi.

“Rugi pasti ada. Karena kita beli produk dengan harga yang disiapkan untuk ekspor. Akhirnya barang dialihkan dulu, yang penting modal bisa kembali walaupun tidak penuh,” katanya.

Selain itu, BA juga menyoroti perlunya keseragaman standar pengawasan terhadap seluruh jalur distribusi komoditas perikanan.

Menurutnya, pengiriman hasil perikanan dari Kaltara selama ini tidak hanya melalui jalur udara, tetapi juga menggunakan jalur laut maupun transit melalui daerah lain sebelum masuk ke pasar luar negeri.

Karena itu, ia berharap terdapat kejelasan mengenai standar dokumen dan mekanisme pengawasan yang berlaku agar tidak menimbulkan perbedaan perlakuan terhadap pelaku usaha.

“Supaya tidak ada perbedaan kebijakan di tengah jalan. Sebagai pelaku usaha, yang penting kami legal, bayar pajak, dan prosesnya jelas. Karena Kaltara punya banyak jalur distribusi, jangan sampai hanya satu jalur yang mendapat perhatian lebih,” ujarnya.

BA menilai keberlanjutan ekspor langsung menjadi momentum penting bagi Kalimantan Utara, terutama setelah Bandara Juwata Tarakan menyandang status bandara internasional. Menurutnya, keberadaan jalur ekspor langsung dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan memperkuat posisi Kaltara dalam rantai perdagangan internasional. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #kaltara #ekspor