TARAKAN – Musim pancaroba yang melanda sejumlah daerah sentra budidaya rumput laut nasional, berdampak pada menurunnya produksi dan menyusutnya pasokan ke pasar. Kondisi tersebut terjadi seiring cuaca yang tidak menentu sehingga menghambat pertumbuhan hingga proses pengeringan hasil panen.
Kepala Bidang Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan Tarakan, Husna Ersant Dirgantara mengatakan, penurunan produksi tidak hanya terjadi di Tarakan, tetapi juga di sejumlah daerah penghasil utama di Sulawesi.
“Permintaan barang meningkat, cuma produksi karena sekarang kan lagi musim pancaroba sehingga menurun. Di Sulawesi pun kita lihat kemarin di Bantaeng juga mereka mengurangi produksi karena situasi cuaca yang tidak memungkinkan,” ujarnya, Jumat (12/6).
Menurut Ersant, cuaca yang tidak menentu membuat sebagian pembudidaya mengurangi produksi. Selain memengaruhi pertumbuhan rumput laut, kondisi tersebut juga menghambat proses pengeringan hasil panen sehingga pasokan yang masuk ke pasar menjadi lebih terbatas.
Di tengah situasi tersebut, aktivitas perdagangan rumput laut di Tarakan masih ditopang ratusan pengumpul yang tersebar di sejumlah wilayah pesisir seperti Pantai Amal, Tanjung Batu dan Tanjung Pasir. Keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam rantai pemasaran hasil budidaya masyarakat.
Ersant berharap pembudidaya tetap menjaga kualitas hasil panen agar dapat memenuhi standar pasar dan memperoleh nilai jual yang lebih tinggi. Dengan permintaan yang masih tinggi dan pasokan yang belum sepenuhnya pulih, harga rumput laut diperkirakan masih berada pada level yang menguntungkan bagi petani dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami berharap tren kenaikan harga ini dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan para petani rumput laut. Di sisi lain, pembudidaya juga diharapkan tetap menjaga kualitas hasil panen agar mampu memenuhi standar pasar dan memperoleh harga jual yang lebih tinggi. Dengan permintaan yang masih tinggi dan pasokan yang belum sepenuhnya pulih, harga rumput laut diperkirakan tetap berada pada level yang menguntungkan bagi petani dalam beberapa waktu ke depan,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT