TARAKAN – Pelabuhan Perikanan Tengkayu II Tarakan tengah dipersiapkan menjadi pintu ekspor langsung hasil perikanan Kalimantan Utara menuju Tawau, Sabah, Malaysia. Langkah ini dinilai dapat membuka jalur distribusi yang lebih singkat bagi pelaku usaha sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan sektor perikanan daerah.
Usulan tersebut muncul dalam sejumlah pembahasan antara UPTD Pelabuhan Perikanan Tengkayu II, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Badan Karantina Indonesia. Salah satu fokus utama adalah menjadikan Tengkayu II sebagai Tempat Pemasukan dan Pengeluaran (TPP) Karantina yang memungkinkan pelayanan ekspor dilakukan langsung dari Tarakan.
Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Tengkayu II Tarakan, H. Ridwan Yusuf, mengatakan, pelabuhan tersebut dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung perdagangan hasil perikanan lintas negara, khususnya ke Malaysia.
“Beberapa kali kita lakukan rapat pembahasan bersama instansi terkait. Di dalamnya juga ada dari Badan Karantina yang ikut membahas. Mereka memberikan masukan sekaligus menyampaikan usulan agar Pelabuhan Tengkayu II ini bisa dijadikan tempat pemasukan dan pengeluaran,” ujarnya.
Menurut Ridwan, selama ini distribusi hasil perikanan ke pasar ekspor masih harus melalui jalur yang lebih panjang. Apabila ekspor langsung melalui Tengkayu II dapat berjalan, maka waktu pengiriman akan lebih cepat dan biaya operasional dapat ditekan.
“Kalau ekspor langsung bisa berjalan, tentu ada efisiensi. Baik dari sisi biaya maupun waktu pengiriman karena tidak perlu lagi melalui jalur yang terlalu panjang,” katanya.
Ia mengungkapkan Tarakan sebenarnya pernah memiliki jalur pengiriman langsung ke Tawau. Namun aktivitas tersebut berhenti setelah adanya perubahan kebijakan di negara tujuan.
“Pernah ada pengiriman langsung ke Tawau yang sempat berjalan, tetapi kemudian dihentikan kembali karena kebijakan di pihak sana berubah,” ujarnya.
Saat ini proses penetapan masih dalam tahap evaluasi pemerintah pusat. Tim terkait telah melakukan peninjauan lapangan guna melihat kesiapan fasilitas dan operasional pelabuhan.
Meski belum memberikan dampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), keberadaan jalur ekspor langsung diyakini akan meningkatkan aktivitas ekonomi kawasan pelabuhan serta memperkuat posisi Tarakan sebagai pusat distribusi perikanan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT