Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

SPPG di Tarakan Belum Ada Kepastian Kapan Kembali Beroperasi Layani MBG

Zakaria RT • Rabu, 10 Juni 2026 | 18:27 WIB
BELUM PASTI: Siswa di sekolah di Kota Tarakan menikmati menu MBG beberapa waktu lalu. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BELUM PASTI: Siswa di sekolah di Kota Tarakan menikmati menu MBG beberapa waktu lalu. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Kelancaran operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai menjadi faktor penting, dalam memastikan distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal. Gangguan pada operasional SPPG turut berdampak pada penyaluran makanan bergizi kepada sasaran program di Kota Tarakan.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG se-Kota Tarakan, Dewi Rahmawati mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu penyelesaian proses pembayaran yang menjadi salah satu kendala operasional sejumlah SPPG. Selain itu, dua SPPG lainnya masih berstatus suspensi dan tengah melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, kelancaran pencairan dana sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan layanan pemenuhan gizi. "Kami belum dapat memastikan kapan seluruh SPPG yang terdampak dapat kembali memberikan layanan secara penuh. Tapi kami berharap seluruh kendala yang ada dapat segera terselesaikan agar program kembali berjalan optimal," ujarnya, Rabu (10/6).

Di tengah belum normalnya operasional sejumlah SPPG, sebagian besar masyarakat justru berharap program MBG Ditiadakan. Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi ekonomi saat ini yang dinilai dipengaruhi beberapa program pemerintah.

Salah satunya ialah Fahmi Idham (35) warga Kelurahan Pamusian. Fahmi menilai kehadiran program MBG tidak hanya membebani APBN, namun pelaksanaan MBG dinilai tidak efektif. Menurutnya menu yang disajikan kerap tidak sesuai ekspektasi siswa yang dianggap tidak mengenyangkan. Sehingga kata dia, akan lebih baik jika anggaran program tersebut dialihkan untuk anggaran pendidikan.

"Kalau saya lihat terlalu membebani negara akibatnya banyak pemangkasan yanh terjadi di semua sektor termasuk pendidikan. Kalau makan saya pikir masyarakat bisa kok memberi anaknya jajan, dari dulu juga begitu tidak ada masalah. Daripada semua sulit lebih baiknya anggarannya untuk yang lain," tukasnya.

Selain itu, Fahmi juga menilai program MBG tidak efektif lantaran menunya dinilai kerap kontroversial. Belum lagi, menurut dia banyaknya anak yang keracunan ditelan menyantap MBG. Meski kejadian tersebut tidak terjadi di Tarakan, namun menurutnya hal itu patut menjadi perhatian bersama.

"Kita lihat lah menu-menunya tidak jelas. Ada buah beberapa biji, ada roti yang tipis. Itu tidak efektif saya kira tidak bergizi juga. Mending Ditiadakan saja, supaya kantin kembali hidup dan anak-anak bisa makan sesuai keinginannya. Saya berani bilang. Makanan MBG itu tidak lebih baik dari makanan yang dijual di kantin, malah menurut saya lebih bergizi soto ayam atau nasi goreng yang dijual di kantin," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #SPPG #Mbg