TARAKAN – Upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Peningkatan produksi minyak dalam negeri dinilai dapat mengurangi dampak gejolak harga energi dunia yang selama ini berpengaruh terhadap kondisi perekonomian di Indonesia.
Akademisi ekonomi dari Universitas Borneo Tarakan (UBT) Dr Margiyono S.E, M.Si, mengatakan, pemerintah saat ini masih berada pada jalur yang tepat dalam menjalankan kebijakan energi nasional. Menurutnya, peningkatan produksi minyak domestik menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat. Ia menjelaskan, selama ini kebutuhan energi nasional masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Kondisi tersebut menyebabkan impor minyak masih menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan nasional.
“Kebijakan energi kita sebenarnya masih on the track. Pemerintah berupaya meningkatkan produksi minyak dalam negeri agar ketergantungan impor bisa berkurang. Langkah ini penting karena gejolak harga energi dunia sering kali berdampak langsung terhadap kondisi di dalam negeri,” katanya, Rabu (10/6).
Menurut Margiyono, peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan minyak nasional perlu terus didorong agar pasokan energi dalam negeri semakin terjamin. Dengan kemampuan produksi yang lebih besar, risiko gangguan pasokan akibat faktor eksternal juga dapat diminimalkan. Di samping itu, ia menilai transformasi kebijakan energi tetap diperlukan untuk memastikan ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. Pengembangan sumber energi alternatif dan peningkatan efisiensi energi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan kebutuhan energi di masa depan.
“Ketahanan energi bukan hanya soal menjaga pasokan hari ini, tetapi juga bagaimana mempersiapkan kebutuhan energi di masa mendatang. Karena itu peningkatan produksi domestik dan transformasi energi harus berjalan bersamaan,” urainya.
Margiyono juga berharap pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal negara dan perlindungan terhadap masyarakat apabila terjadi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, stabilitas harga energi memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta keberlangsungan aktivitas ekonomi.
“Yang terpenting adalah bagaimana dampak terhadap masyarakat bisa diminimalkan. Sebab harga BBM memiliki pengaruh yang sangat luas terhadap perekonomian, termasuk terhadap inflasi, biaya hidup, dan daya beli masyarakat di Kaltara,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT