Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Mei, Angkutan Udara Dominasi Penyumbang Inflasi Tarakan

Zakaria RT • Selasa, 9 Juni 2026 | 19:43 WIB
PENERBANGAN: Aktivitas penumpang di area keberangkatan Bandara Juwata Tarakan. Kenaikan tarif angkutan udara menjadi penyumbang terbesar inflasi Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
PENERBANGAN: Aktivitas penumpang di area keberangkatan Bandara Juwata Tarakan. Kenaikan tarif angkutan udara menjadi penyumbang terbesar inflasi Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Kota Tarakan kembali mengalami inflasi pada Mei 2026 setelah sempat mencatat deflasi pada April lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan, inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,41 persen dengan tarif angkutan udara menjadi komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan harga.

Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi mengatakan, sektor transportasi menjadi pendorong utama inflasi selama Mei. Kenaikan tarif penerbangan memberikan kontribusi paling besar dibandingkan komoditas lainnya yang masuk dalam penghitungan inflasi.

“Pada Mei 2026, Kota Tarakan mengalami inflasi month to month sebesar 0,41 persen, di mana angkutan udara dominan memberikan andil inflasi,” ujarnya, Senin (8/6).

Selain inflasi bulanan, BPS juga mencatat inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) Tarakan mencapai 1,42 persen. Sementara inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) berada pada level 3,08 persen.

Menurut Umar, angka inflasi tahunan tersebut dapat menjadi gambaran perkembangan harga hingga akhir tahun apabila pola inflasi pada bulan-bulan berikutnya relatif sama dengan kondisi tahun sebelumnya.

“Dapat dimaknai, jika besaran inflasi di sisa bulan tahun 2026 setelah Mei memiliki pola yang sama dengan tahun 2025, maka inflasi Kota Tarakan sepanjang tahun 2026 diperkirakan mencapai 3,08 persen,” katanya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 0,37 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran menyusul dengan kontribusi sebesar 0,14 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga turut memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen. Sedangkan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang 0,01 persen.

Umar menjelaskan, secara komoditas tarif angkutan udara menjadi faktor dominan yang mendorong kenaikan inflasi di Tarakan selama Mei. Selain itu terdapat sejumlah komoditas lain yang ikut menyumbang kenaikan harga.

“Angkutan udara menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar. Selain itu terdapat komoditas lain seperti bakso siap santap, sawi hijau, minyak goreng, es, soto, bahan bakar rumah tangga, sepeda motor, tomat dan beras yang turut memberikan andil inflasi,” jelasnya.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang membantu menahan laju inflasi. Beberapa di antaranya adalah emas perhiasan, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, bayam, terong, pembersih lantai, rempela hati ayam dan bawang putih.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,09 persen. Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau mencatat andil deflasi sebesar minus 0,05 persen. Jika dibandingkan dengan daerah lain, inflasi bulanan Tarakan berada di atas rata-rata Kaltara maupun nasional. Namun untuk inflasi tahunan, Tarakan memiliki angka yang sama dengan tingkat nasional.

“Pemantauan terhadap perkembangan harga berbagai komoditas strategis tetap penting dilakukan guna menjaga stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat di Kota Tarakan,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #inflasi #bps #angkutan udara