TARAKAN – Kepanikan sempat melanda warga pesisir Pantai Amal setelah muncul peringatan dini tsunami menyusul gempa magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6). Sejumlah warga memilih meninggalkan rumah dan mencari lokasi yang dianggap aman hingga akhirnya peringatan tsunami resmi dicabut.
Salah seorang warga Pantai Amal, Rahman (43) mengaku lega setelah mendengar pengumuman resmi bahwa kondisi telah dinyatakan aman. Ia bersama istri dan dua anaknya sempat menghabiskan beberapa jam di lokasi pengungsian sebelum memutuskan kembali ke rumah.
“Begitu ada informasi tsunami, kami langsung berangkat ke UBT. Jujur sempat khawatir karena rumah kami dekat pantai. Setelah ada pengumuman resmi aman, kami merasa lebih tenang dan memutuskan kembali ke rumah,” katanya, Senin (8/6).
Rahman menuturkan, kepanikan mulai dirasakan warga sejak sekitar pukul 08.00 Wita. Informasi mengenai potensi tsunami yang beredar luas diperkuat dengan kondisi air laut yang terlihat surut tidak seperti biasanya di kawasan Pantai Amal.
Menurutnya, fenomena tersebut membuat banyak warga yakin gelombang tsunami akan datang dalam waktu dekat sehingga mereka memilih segera menyelamatkan diri bersama keluarga masing-masing.
“Asli sempat panik saat pertama kali mendengar kabar tsunami, apalagi memang air tadi pagi itu surut kayak tidak seperti biasanya. Semua orang panik dan langsung menyelamatkan diri masing-masing. Tidak sempat bawa barang saking paniknya. Karena saya kira mungkin tidak lama lagi gelombangnya datang, tidak ada waktu mengumpulkan barang,” urainya.
Ia mengaku saat meninggalkan rumah tidak sempat membawa harta benda. Bersama keluarganya, ia hanya membawa kendaraan yang digunakan untuk menuju lokasi yang lebih aman. Kondisi mulai berangsur tenang setelah BMKG mengumumkan pencabutan peringatan tsunami. Warga yang sebelumnya mengungsi pun perlahan kembali ke rumah masing-masing untuk memastikan kondisi tempat tinggal mereka.
Meski sempat diliputi rasa cemas, Rahman bersyukur kondisi di Tarakan tetap aman dan tidak terjadi tsunami seperti yang dikhawatirkan masyarakat. “Alhamdulillah aman, mudah-mudahan Kota Tarakan selalu aman dari musibah bencana alam.” (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT