Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Pantai Amal Tarakan Mulai Kembali ke Rumah

Zakaria RT • Senin, 8 Juni 2026 | 15:57 WIB
KEMBALI : Ribuan masyarakat kembali ke rumah masing-masing pasca dicabutnya peringatan dini tsunami. ISTIMEWA
KEMBALI : Ribuan masyarakat kembali ke rumah masing-masing pasca dicabutnya peringatan dini tsunami. ISTIMEWA

TARAKAN – Warga Kelurahan Pantai Amal akhirnya kembali ke rumah masing-masing dari pengungsian pasca dicabutnya peringatan tsunami dari pemerintah. Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami yang sempat diberlakukan menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah dekat Kepulauan Sangihe, Senin (8/6).

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Rika Bulan Karolin mengatakan, pemerintah daerah langsung mengoordinasikan proses pemulangan warga setelah menerima informasi resmi bahwa potensi tsunami telah berakhir.

“Setelah adanya pengumuman resmi bahwa peringatan dini tsunami dicabut pasca gempa bumi berkekuatan 7,7 yang mengguncang wilayah Sangihe, kami langsung melakukan pengaturan pemulangan warga yang sebelumnya mengungsi di Universitas Borneo Tarakan,” ujarnya, Senin (8/6).

Menurut Rika, BPBD bersama unsur terkait menerjunkan sejumlah armada untuk membantu warga kembali ke kawasan Pantai Amal dan beberapa wilayah pesisir lainnya yang sempat dievakuasi. Ia mengungkapkan jumlah warga yang mengungsi ke kampus UBT diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang. Lokasi tersebut dipilih karena berada di kawasan yang lebih tinggi dan dianggap aman apabila gelombang tsunami benar-benar terjadi.

“Armada kami siagakan untuk mengakomodasi masyarakat yang membutuhkan transportasi. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap agar tetap tertib dan tidak menimbulkan kepadatan di jalan. Universitas Borneo Tarakan menjadi salah satu titik evakuasi utama karena letaknya yang relatif aman. Saat informasi peringatan tsunami disampaikan, masyarakat bergerak cepat menuju lokasi tersebut,” ungkapnya.

Meski situasi telah dinyatakan aman, pihaknya mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing atas informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah maupun BMKG. Dikatakannya, saat ini cukup banyak informasi-informasi liar yang beredar dan tidak memiliki dasar sumber informasi yang jelas.

“Alhamdulillah seluruh proses evakuasi berjalan lancar. Tidak ada laporan korban maupun kerusakan akibat ancaman tsunami ini. Kami berharap masyarakat tetap tenang dan menjadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #gempa bumi #tsunami #bmkg