TARAKAN – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di kawasan Pasifik memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Utara (Kaltara). Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik karena potensi tsunami yang diperkirakan mencapai wilayah Kaltara berada pada kategori rendah dengan ketinggian gelombang antara 0 hingga 0,5 meter.
Kepala BMKG Tarakan, M Sulam Khilmi menjelaskan, hasil analisis dan perhitungan BMKG menunjukkan sejumlah wilayah pesisir di Kaltara berpotensi terdampak gelombang tsunami akibat gempa tersebut. Beberapa daerah yang masuk dalam estimasi antara lain Tarakan, Nunukan, Mangkupadi, Tana Kuning dan wilayah pesisir lainnya.
“Gempa magnitudo 7,7 ini berpotensi tsunami dan yang kita bahas adalah potensinya ke wilayah Kalimantan Utara. Jadi di wilayah Kalimantan Utara juga berpotensi terjadi tsunami. Hasil analisis dan perhitungan BMKG menunjukkan estimasi ketibaan gelombang tsunami di Tarakan, Nunukan, Mangkupadi, Tana Kuning dan sekitarnya sekitar pukul 06.27 Wita,” ujarnya, Senin (8/6).
Namun demikian, Khilmi menegaskan tinggi gelombang yang diperkirakan mencapai wilayah Kaltara relatif kecil dan masuk kategori terendah dalam klasifikasi tsunami. “Adapun ketinggian gelombang tsunami diperkirakan 0 sampai 0,5 meter. Jadi ini merupakan kategori terkecil dari tsunami. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap tenang dan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal-kanal resmi pemerintah maupun BMKG,” katanya.
Menurutnya, informasi yang berkembang di media sosial perlu disikapi secara bijak. Masyarakat diharapkan hanya mengacu pada informasi yang dikeluarkan instansi berwenang agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
"Masyarakat tidak perlu panik, Kami akan melaporkan ke masyarakat dalam setiap perkembangan," tutupnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT