MAKKAH – Kondisi fisik jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menjadi perhatian menjelang kepulangan ke Tanah Air. Tingginya aktivitas ibadah selama puncak pelaksanaan haji ditambah cuaca panas di Arab Saudi menyebabkan sejumlah jemaah mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan intensif.
Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, Sayyid Abdullah mengungkapkan, saat ini terdapat dua jemaah yang sedang menjalani perawatan karena kondisi kesehatan yang menurun. Satu jemaah dirawat oleh tim kesehatan haji, sementara satu lainnya harus dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.
Menurutnya, secara umum seluruh jemaah fokus beristirahat dan memulihkan kondisi di hotel setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Tidak ada agenda khusus bagi jemaah selain menjaga kesehatan menjelang jadwal kepulangan.
“Kalau untuk aktivitas jemaah saat ini semuanya fokus di hotel. Memang ada beberapa jemaah yang kondisi kesehatannya menurun karena kelelahan setelah rangkaian ibadah yang cukup padat,” ujarnya, Sabtu (6/6).
Ia menjelaskan, salah satu jemaah yang berasal dari Kloter 7 masih menjalani observasi dan penanganan oleh tim kesehatan haji. Kondisi jemaah tersebut mengalami penurunan akibat kelelahan sehingga membutuhkan pemantauan lebih lanjut.
Sementara itu, satu jemaah lainnya dari Kloter 8 harus mendapatkan penanganan medis lebih serius hingga dirujuk ke rumah sakit di Kota Makkah. “Untuk Kloter 8 memang sudah ada jemaah yang dirujuk ke rumah sakit karena kondisi fisiknya lemah. Faktor utamanya kelelahan dan ada gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Jemaah yang dirawat di rumah sakit tersebut diketahui bernama Fatimah Kadi, warga Pulau Sebatik. Sayyid menjelaskan, sebelum dirujuk, jemaah tersebut mengalami muntah-muntah dan kesulitan menerima asupan makanan sehingga kondisinya terus melemah.
“Beliau dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi karena muntah-muntah dan makanan tidak bisa masuk. Saat ini masih dalam perawatan dan pengawasan tenaga medis di sana,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT