TARAKAN – Upaya mendorong ekspor langsung komoditas perikanan dari Tarakan terus diperkuat. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara (Kaltara) membuka Klinik Ekspor sekaligus menyediakan berbagai fasilitas penunjang secara gratis bagi pelaku usaha sebagai bentuk insentif percepatan ekspor.
Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, klinik ekspor hadir untuk membantu pelaku usaha, termasuk UMKM, dalam memenuhi berbagai persyaratan ekspor mulai dari konsultasi, pendampingan administrasi hingga pengurusan dokumen.
Menurutnya, fasilitas yang tersedia di lingkungan karantina juga dapat dimanfaatkan tanpa biaya. Mulai dari instalasi untuk komoditas hidup, segar, maupun beku hingga kebutuhan teknis seperti repacking, pengisian oksigen, dan penambahan es.
"Klinik ekspor ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk konsultasi dan pendampingan. Kami juga membuka fasilitas karantina yang bisa digunakan secara gratis sebagai insentif untuk mendukung ekspor langsung," ujarnya.
Ia menjelaskan kebijakan pemberian insentif tersebut telah melalui konsultasi dengan pemerintah pusat dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah dalam menembus pasar internasional.
Melalui layanan terpadu ini, pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan jalur ekspor langsung dari Tarakan sehingga biaya logistik dapat ditekan dan akses pasar global semakin terbuka. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT