Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kurangi Panggilan Iseng di Layanan Darurat 112 Tarakan, Ini Langkah yang Dilakukan DKISP

Zakaria RT • Jumat, 5 Juni 2026 | 16:59 WIB
Kepala DKISP Tarakan, Endah Sarastiningsih. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala DKISP Tarakan, Endah Sarastiningsih. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Tingginya jumlah panggilan iseng yang masuk ke layanan darurat 112 Tarakan menjadi perhatian serius Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Tarakan. Berdasarkan hasil evaluasi sepanjang 2025, jumlah panggilan iseng tertinggi terjadi pada Desember dengan angka mencapai sekitar 120 panggilan dalam sebulan, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Kepala DKISP Tarakan, Endah Sarastiningsih mengatakan, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait fungsi layanan 112. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni memperluas sosialisasi ke lingkungan pendidikan agar pelajar memahami bahwa layanan tersebut hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat.

“Artinya kami juga harus memperluas sosialisasi ke lingkungan pendidikan. Anak-anak perlu diberikan pemahaman bahwa layanan 112 ini penting untuk kondisi darurat dan tidak boleh digunakan untuk main-main,” tegas Endah, Jumat (5/6).

Meski masih ditemukan panggilan iseng, Endah menilai tingginya jumlah panggilan yang masuk juga menjadi indikator bahwa layanan 112 semakin dikenal masyarakat. Berbagai laporan dan permintaan bantuan diterima setiap hari dan diteruskan kepada instansi terkait sesuai jenis kejadian yang dilaporkan.

Ia menjelaskan, laporan yang masuk melalui layanan 112 sangat beragam, mulai dari kebakaran, gangguan hewan liar yang masuk ke permukiman warga, kebocoran pipa air, gangguan kelistrikan, hingga permintaan ambulans dan mobil jenazah.

“Kalau ada laporan binatang buas masuk rumah, kami teruskan ke instansi terkait. Kalau ada pipa bocor kami teruskan ke PDAM. Gangguan listrik kami teruskan ke PLN. Kalau kebakaran juga langsung diteruskan. Ada juga layanan yang memang bisa ditangani langsung seperti permintaan ambulans dan mobil jenazah,” jelasnya.

Seluruh laporan yang masuk didokumentasikan dan direkap secara berkala oleh Traffic Control Center (TCC) selaku pengelola operasional layanan. Data tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori panggilan, mulai dari panggilan IVR, panggilan iseng, panggilan yang dijawab operator, hingga laporan yang ditindaklanjuti ke instansi terkait.

Menurut Endah, data tersebut menjadi bukti bahwa layanan 112 masih dibutuhkan masyarakat sebagai sarana pelaporan berbagai kondisi darurat maupun kebutuhan pelayanan publik. “Kalau melihat rata-rata panggilan setiap bulan yang mencapai sekitar seribuan, artinya masyarakat sudah mulai memanfaatkan layanan ini. Tinggal bagaimana kita terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan edukasi agar penggunaannya semakin tepat sasaran,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#layanan darurat #panggilan iseng #tarakan #DKISP #112