Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sebulan Ada Seribu Panggilan ke Call Center 112 Tarakan, Banyak Telepon Iseng saat Libur Sekolah

Zakaria RT • Jumat, 5 Juni 2026 | 16:30 WIB
Kepala DKISP Tarakan, Endah Sarastiningsih. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala DKISP Tarakan, Endah Sarastiningsih. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Tingginya jumlah panggilan yang masuk ke layanan darurat 112 Tarakan menunjukkan layanan tersebut semakin dikenal masyarakat. Namun di balik tingginya angka penggunaan, masih ditemukan banyak panggilan iseng yang justru berpotensi menghambat penanganan laporan darurat yang sebenarnya membutuhkan respons cepat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Tarakan, Endah Sarastiningsih mengungkapkan, hingga saat ini layanan Call Center 112 masih terus dibenahi bersama pihak pengembang aplikasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dikatakannya, evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang masih terjadi, mulai dari masalah jaringan hingga nomor telepon yang tidak dapat terhubung dengan baik ke sistem layanan.

“Masih terus berjalan dan kami terus berbenah. Dengan mitra pengembang aplikasi 112, kami selalu berdiskusi mencari tahu di mana letak kekurangannya, di mana permasalahannya, apakah jaringan yang tidak masuk atau ada nomor tertentu yang mengalami kendala. Jadi sampai sekarang proses penyempurnaan masih terus dilakukan,” ujarnya, Jumat (5/6).

Ia menjelaskan, berdasarkan data tahun 2025, rata-rata jumlah panggilan yang masuk ke layanan 112 mencapai sekitar seribu panggilan setiap bulan. Namun tidak seluruh panggilan tersebut merupakan laporan kedaruratan yang benar-benar membutuhkan penanganan.

Ia menerangkan, panggilan yang masuk ke sistem 112 terbagi dalam beberapa kategori. Pertama adalah panggilan yang hanya sampai pada tahap Interactive Voice Response (IVR), yakni penelepon menekan nomor 112 tetapi tidak melanjutkan ke operator dengan menekan tombol lanjutan yang telah diarahkan sistem.

“IVR itu masyarakat menekan 112, tetapi tidak melanjutkan ke operator. Jadi panggilannya tidak sampai kepada petugas. Jumlahnya bisa mencapai ribuan juga,” katanya.

Selain itu, terdapat kategori panggilan yang sudah tersambung ke operator tetapi hanya bersifat iseng atau sekadar ingin mencoba layanan tersebut. Menurut Endah, panggilan semacam ini didominasi oleh anak-anak dan cenderung meningkat saat masa libur sekolah.

“Biasanya anak-anak. Ada yang memang sekadar ingin tahu, ada yang senang karena panggilannya dijawab operator. Polanya terlihat jelas saat libur sekolah. Pada bulan Juni dan Desember jumlah panggilan iseng meningkat cukup tinggi dibanding bulan-bulan lainnya,” ungkapnya.

Fenomena tersebut, lanjut Endah, menjadi perhatian pemerintah karena dapat mengganggu pelayanan terhadap laporan yang benar-benar membutuhkan penanganan cepat. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan selama tahun 2025, jumlah panggilan iseng tertinggi tercatat pada Desember dengan angka mencapai sekitar 120 panggilan dalam sebulan. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan lainnya.

“Padahal ketika operator sedang melayani panggilan yang sifatnya iseng, bisa saja ada panggilan darurat lain yang harus menunggu. Ini yang menjadi perhatian kami,” urainya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#call center 112 #panggilan darurat #panggilan iseng #tarakan