Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pendidikan Kesetaraan di Lapas Tarakan Jadi Senjata Tekan Residivisme Narapidana

Eliazar Simon • Jumat, 5 Juni 2026 | 11:54 WIB
STRATEGI: Lapas Tarakan menjadikan program pendidikan kesetaraan sebagai salah satu strategi pembinaan untuk menekan residivisme. LAPAS KELAS IIA TARAKAN 
STRATEGI: Lapas Tarakan menjadikan program pendidikan kesetaraan sebagai salah satu strategi pembinaan untuk menekan residivisme. LAPAS KELAS IIA TARAKAN 

TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan menjadikan program pendidikan kesetaraan sebagai salah satu strategi pembinaan untuk menekan angka pengulangan tindak pidana (residivisme) sekaligus mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.

Melalui kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Al Marhamah Kota Tarakan, puluhan warga binaan mengikuti program Keaksaraan Fungsional hingga Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam sepekan.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri menegaskan, pendidikan merupakan bekal penting bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan mental sehingga warga binaan memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan atau melanjutkan pendidikan setelah bebas.

“Program ini bertujuan membentuk generasi unggul yang memiliki kompetensi akademik dan keterampilan praktis guna memutus rantai kemiskinan dan kriminalitas,” katanya.

Program pendidikan kesetaraan tersebut merupakan implementasi Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor 11 tentang Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan.

Selain pemerataan akses pendidikan, program ini juga diarahkan untuk mendukung reintegrasi sosial warga binaan melalui pemberian ijazah resmi yang diakui negara. Dengan bekal pendidikan tersebut, mantan narapidana diharapkan lebih mudah diterima di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan formal.

Pemerintah juga menargetkan pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di lingkungan lapas sebagai bentuk kolaborasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Melalui pembinaan intelektual yang terukur dan berkelanjutan, Lapas Tarakan optimistis program pendidikan kesetaraan dapat menjadi instrumen efektif dalam menurunkan risiko residivisme sekaligus mendukung proses pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif," pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #sekolah #pendidikan #lapas #WBP