Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Infrastruktur Irigasi di Kaltara Tetap Aman Saat Banjir Melanda, Ini Penjelasannya

Eliazar Simon • Kamis, 4 Juni 2026 | 12:38 WIB
Kepala BWS Kalimantan V Tanjung Selor, Mustafa S.ST., M.T.,. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Kepala BWS Kalimantan V Tanjung Selor, Mustafa S.ST., M.T.,. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Utara menjadi ujian bagi berbagai proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah. Namun jaringan irigasi hasil program rehabilitasi dan pembangunan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor terbukti mampu bertahan dan tetap berfungsi normal.

Kepala BWS Kalimantan V Tanjung Selor, Mustafa S.ST., M.T., memastikan seluruh bangunan irigasi yang dibangun melalui program ketahanan pangan nasional dalam kondisi baik meskipun sempat terdampak banjir.

“Alhamdulillah kemarin sempat terjadi banjir, tetapi bangunan yang kita kerjakan tetap aman. Ini menunjukkan kualitas pekerjaan yang dilaksanakan sudah sesuai standar,” ujarnya.

Sepanjang 2025, BWS Kalimantan V telah menyelesaikan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi dengan total cakupan mencapai 12.035 hektare. Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Mustafa menjelaskan, pelaksanaan program tidak selalu berjalan mudah. Pada tahap ketiga, sebagian pekerjaan bahkan harus diselesaikan melalui mekanisme lintas tahun anggaran karena waktu pengerjaan yang sangat terbatas menjelang akhir tahun.

“Karena waktunya sangat mepet, ada pekerjaan yang dilaksanakan melalui mekanisme lintas tahun menggunakan rekening penampungan akhir tahun. Namun seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan sesuai batas waktu yang diberikan,” katanya.

Keberhasilan penyelesaian proyek tersebut dinilai penting karena manfaatnya tidak hanya untuk mendukung sektor pertanian, tetapi juga membantu pengendalian banjir di kawasan persawahan.

Melalui pembangunan bendung, saluran dan pintu air baru, petani kini memiliki sarana untuk mengatur distribusi air secara lebih efektif. Sistem tersebut membantu mengurangi genangan saat debit air meningkat sekaligus menjamin ketersediaan air ketika musim kemarau.

Menurut Mustafa, sejumlah daerah yang sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh pasokan air pertanian kini telah merasakan manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur tersebut.

“Di beberapa lokasi yang sebelumnya mengalami kesulitan air, sekarang sudah bisa mengatur sendiri distribusi air melalui pintu-pintu air yang dibangun. Infrastruktur itu nantinya akan diserahkan kepada pemerintah daerah setelah masa pemeliharaan selesai,” jelasnya.

Keberhasilan bangunan irigasi bertahan saat banjir menjadi bukti bahwa kualitas konstruksi yang dibangun telah memenuhi standar teknis. Kondisi itu sekaligus memperkuat peran infrastruktur sumber daya air sebagai salah satu kunci menjaga ketahanan pangan dan ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi di Kalimantan Utara. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#kaltara #infrastruktur #irigasi #BWS