Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

FKUB Tarakan Minta LGBT Tidak Dinormalisasi di Tengah Masyarakat

Zakaria RT • Rabu, 3 Juni 2026 | 20:18 WIB
Sekertaris FKUB Tarakan, Syamsi Sarman. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Sekertaris FKUB Tarakan, Syamsi Sarman. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Semakin maraknya fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di tengah masyarakat menimbulkan keresahan tersendiri pada generasi muda. Sehingga menyadari kondisi ini Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tarakan meminta hal yang berbau LGBT tidak dinormalisasi di masyarakat. Mengingat meski terlihat sepele, namun perilaku LGBT dinilai memberikan dampak besar bagi perilaku generasi muda.

Hal itulah yang diungkapkan Sekertaris FKUB Tarakan, Syamsi Sarman, di mana penanganan yang dilakukan harus mengedepankan pendekatan persuasif melalui pendidikan, keluarga, dan tokoh agama. Sehingga ia mengatakan, pihaknya mendorong adanya langkah-langkah pembinaan terhadap individu yang terindikasi LGBT, terutama melalui lingkungan pendidikan dan keagamaan.

“Kami berharap tidak ada lagi hal yang berbau LGBT dinormalisasi di tengah masyarakat. Tapi itu juga dilakukan secara persuasif, baik lewat rumah-rumah ibadah, tokoh-tokoh agama, juga lewat lembaga pendidikan. Ini penting untuk kesadaran bersama, bahwasanya LGBT ini merupakan penyimpangan bukan bagian dari keunikan," ujarnya, Rabu (3/6).

Syamsi menyadari, fenomena LGBT tidak bisa dihilangkan secara instan. Namun, ia menilai keberadaannya juga tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang wajar atau mendapatkan normalisasi di tengah kehidupan masyarakat.

“Memang fenomena ini sudah ada sejak lama bahkan sejak zaman nabi. Tapi Allah SWT juga sudah memperlihatkan bagaimana azab yang diturunkan jika kita melakukan pembiaran. Kita lihat dari perspektif sosial saja, kalau ini berkembang ini akan menganggu regenerasi manusia karena sesama jenis tidak bisa menghasilkan anak, kedua ini juga berpotensi menimbulkan penyakit seperti HIV/AIDS dan penyakit seksual sebagainya. Dan ketiga ini bisa menulari masyarakat lain kalau dibiarkan berkembang," tuturnya.

"Memang ini barang tidak bisa juga hilang begitu saja. Tapi setidaknya bisa dicegah perkembangannya dan ditekan supaya masyarakat tidak terpapar. Sembari penyintasnya disadarkan melalui pendekatan persuasif. Saya yakin mereka yang terpapar bisa kembali ke jalan yang benar kalau ditangani dengan benar," sambungnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#lgbt #tarakan #fkub