Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Meningkat, Jumlah Umat Buddha di Tarakan Capai Lebih 3 Ribu Jiwa

Zakaria RT • Minggu, 31 Mei 2026 | 20:44 WIB
IBADAH : Umat Buddha mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak di salah satu vihara di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
IBADAH : Umat Buddha mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak di salah satu vihara di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Perayaan Hari Raya Waisak di salah satu vihara di Kota Tarakan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Selain menjalankan ritual keagamaan, umat Buddha yang hadir juga mengikuti berbagai kegiatan hiburan dan penampilan seni yang melibatkan anak-anak hingga orang dewasa.

Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Tarakan, Rudi Pratama menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan ritual keagamaan, termasuk prosesi mandi rupang Buddha yang menjadi salah satu tradisi penting dalam peringatan Waisak. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni yang dipersembahkan oleh peserta dari berbagai kelompok usia.

“Setelah ritual mandi rupang, ada penampilan dari anak-anak TK, SD, SMP hingga orang tua. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para peserta yang mengikuti berbagai kegiatan selama rangkaian Waisak. Kalau yang hadir di sini sekitar 250 orang. Sementara umat Buddha di Kota Tarakan sendiri jumlahnya lebih dari 3.000 orang dan tersebar di beberapa vihara,” ujarnya, Minggu (31/5).

"Ada peningkatan setiap tahun tapi tidak besar. Mengikuti pertambahan jumlah penduduk," sambungnya.

Berbagai penampilan yang disuguhkan menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarsesama umat sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam perayaan hari besar keagamaan. Suasana kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga akhir acara.

Meski jumlah umat yang hadir di lokasi perayaan sekitar 250 orang, komunitas Buddha di Kota Tarakan tercatat mencapai lebih dari 3.000 orang. Mereka tersebar di sejumlah vihara yang selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial umat Buddha di kota tersebut.

Menurutnya, peringatan Waisak tidak hanya dimaknai sebagai momentum menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, serta persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

Ia menilai pesan utama Waisak harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling menghormati, membantu sesama, dan menjaga keharmonisan antarmasyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang.

“Harapan kami nilai-nilai yang diajarkan dalam Waisak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kedamaian, kerukunan dan persaudaraan dapat terus terjaga di tengah masyarakat,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#buddha #tarakan #waisak