TARAKAN – Kepolisian Resor (Polres) Tarakan mencatat sedikitnya 12 kasus penemuan mayat di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya sepanjang Januari 2025 hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, mayoritas korban diduga meninggal dunia akibat faktor kesehatan.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasi Humas IPTU Rusli mengatakan, data tersebut merupakan akumulasi laporan kejadian yang diterima jajaran kepolisian selama periode 2025 hingga Mei 2026.
“Berdasarkan data laporan kejadian yang diterima jajaran kepolisian, terdapat beberapa peristiwa penemuan mayat di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya sepanjang tahun 2025 hingga Mei 2026,” ujarnya.
Dari total 12 kasus, sebanyak 8 korban diduga meninggal akibat sakit dengan berbagai riwayat penyakit, mulai gangguan pernapasan, penyakit jantung, kejang hingga kondisi kesehatan lainnya. Sementara 4 kasus lainnya merupakan dugaan bunuh diri yang dipicu persoalan pribadi, asmara hingga masalah keluarga.
Data kepolisian menunjukkan peningkatan kasus cukup signifikan terjadi sepanjang 2026. Dari total kasus yang tercatat, hanya satu kejadian terjadi pada 2025, sedangkan 11 kasus lainnya terjadi dalam rentang Februari hingga Mei 2026.
IPTU Rusli menegaskan seluruh kejadian telah ditangani sesuai prosedur kepolisian. “Kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, termasuk olah TKP, pemeriksaan saksi, serta koordinasi dengan pihak keluarga korban,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan anggota keluarga maupun lingkungan sekitar agar kejadian serupa dapat diminimalisasi. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT