MAKKAH – Seorang jemaah haji asal Kota Tarakan bernama Hj. Irama Binti Maduta yang wafat jelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), proses pemakamannya sudah selesai dilakukan.
Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, Sayid mengatakan, pihaknya memastikan proses pengurusan hingga pemakaman almarhumah telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi dan atas persetujuan keluarga.
“Jemaah tetap akan pulang bersama sesuai jadwal kloter. Semua sudah diatur, termasuk jadwal meninggalkan hotel menuju bandara. Terkait satu jemaah yang wafat di Tanah Suci, proses pemakaman telah dilakukan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku dan persetujuan keluarga,” ujarnya, Kamis (29/5).
Ia menjelaskan, seluruh jemaah haji yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Arab Saudi, memang dimakamkan di Tanah Suci, baik di Makkah maupun Madinah. Seluruh proses pengurusan jenazah juga difasilitasi petugas haji bersama otoritas setempat.
“Alhamdulillah proses pengurusan jemaah yang wafat sudah selesai dan dimakamkan di Tanah Suci. Memang seluruh jemaah haji yang meninggal dunia dimakamkan di sana, baik di Madinah maupun Makkah,” katanya.
Selain proses pemakaman, barang bawaan milik almarhum nantinya juga akan dipulangkan bersama rombongan jemaah lainnya, termasuk dokumen resmi kematian yang diterbitkan pemerintah Arab Saudi.
Di sisi lain, kondisi kesehatan jemaah haji asal Kaltara secara umum disebut masih baik usai menjalani rangkaian Armuzna. Namun kelelahan fisik akibat padatnya aktivitas ibadah membuat batuk dan pilek menjadi keluhan yang paling banyak dialami jemaah.
“Alhamdulillah kondisi jemaah secara umum sehat. Hanya saja karena faktor kelelahan, batuk pilek masih menjadi penyakit yang paling banyak dialami jemaah kita saat ini,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT