Bakal Pensiun Tahun Ini, Muhammad Haris Berikan Sinyal Terjun ke Dunia Politik

Zakaria RT • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 17:06 WIB
KE POLITIK?: Muhammad Haris saat diwawancarai media Radar Tarakan.
KE POLITIK?: Muhammad Haris saat diwawancarai media Radar Tarakan.

TARAKAN - Masuk dalam daftar pejabat daerah yang akan pensiun di tahun 2026, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tarakan Muhammad Haris memberikan sinyal bakal terjun ke dunia politik, guna tetap mengabdikan diri untuk masyarakat. Hal itu disampaikan Haris saat dikonfirmasi Radar Tarakan pada Kamis (28/5).

Pria yang juga merupakan tokoh Pakuwaja ini menerangkan, saat ini sejumlah partai politik disebut sudah mulai melakukan pendekatan dan membuka komunikasi untuk mengajaknya bergabung. Kendati demikian, ia belum merespon secara serius lantaran masa pensiunnya masih menyisakan beberapa bulan lagi yakni pada Oktober mendatang.

"Sebenarnya ini masih terlalu jauh membahas ini, tapi memang benar sudah ada beberapa parpol yang mencoba bangun komunikasi melalui pengurus-pengurusnya. Saya sih juga tertarik bergabung ke partai politik, cuma itu nantilah setelah saya pensiun,” ujarnya.

“Saya katakan saja pada pengurus beberapa partai kalau saya masih fokus menjalankan tanggung jawab saya sebagai ASN yang menyisakan beberapa bulan lagi," sambungya.

Diakuinya, dirinya sejak dulu memang cukup tertarik pada dunia politik bahkan beberapa tahun lalu namanya sempat santer masuk bursa survei sebagai calon kepala daerah. Hanya saja, Haris kala itu hanya menanggapi secara santai dan mengakui tidak mengetahui namanya dimasukkan dalam daftar tokoh calon kepala daerah.

"Sebenarnya saya sejak dulu tertarik dan mengamati dunia politik. Hanya saja status saya sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) kan tidak boleh membuat saya masuk ke sana. Kalau soal survei dulu, saya bahkan tidak tahu nama saya masuk daftar. Jujur saya juga agak terkejut, lebih kaget lagi pas lihat survei nama saya cukup tinggi," terangnya.

Diungkapkannya, politik merupakan jalan untuk mengabdi kepada masyarakat sehingga setelah pensiun sebagai ASN, dirinya akan mempertimbangkan terjun ke dunia politik karena menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bisa dilakukan melalui jabatan birokrasi, tetapi juga dapat dilakukan di luar pemerintahan.

“Saya mengalir aja dulu. Yang terpenting pengabdian itu tidak hanya di kantor. Pengabdian setiap hari juga bisa dilakukan di luar,” katanya.

Saat ditanya kemungkinan maju sebagai calon kepala daerah maupun anggota legislatif, Haris juga belum memberikan jawaban pasti. Ia menyebut keputusan politik akan sangat bergantung pada kondisi dan kebutuhan masyarakat nantinya.

Namun demikian, ia mengakui di tengah munculnya tawaran politik tersebut, Haris turut menyoroti tantangan demokrasi saat ini yang menurutnya mulai mengalami pergeseran nilai. Ia menilai masyarakat kini semakin sulit membedakan antara proses demokratisasi yang sehat dengan pragmatisme politik yang hanya berorientasi kepentingan sesaat.

 

“Hari ini tantangan partai politik maupun organisasi itu adalah terjadinya kemerosotan tatanan demokrasi. Sudah sulit membedakan mana demokratisasi dan mana pragmatisasi. Penting melihat rekam jejak seseorang, Bagi saya apapun itu saya ingin terburu-buru dan mempertimbangkan dengan matang. Karena kita tahu sendiri dunia polisi seseorang hanya memiliki banyak kesiapan," tuturnya.

"Saya baru bisa membocorkan partai apa saja yang menawarkan setelah Oktober nanti. Untuk sekarang bukannya saya tidak ingin membocorkan, tapi memang belum etis saya berbicara ini karena saya masih ASN aktif," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan partai politik politik partai