TARAKAN – Kejuaraan Pencak Silat Antar-Pelajar se-Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan di atas gelanggang, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai sportivitas bagi generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Pembinaan Prestasi IPSI Kaltara, Dony Ari Yuwono. Menurutnya, pencak silat memiliki nilai lebih dibanding cabang olahraga lainnya karena mengajarkan etika, disiplin, serta penghormatan terhadap lawan.
“Kejuaraan ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana atlet mampu menjunjung sportivitas dan menjaga budi pekerti sebagai seorang pesilat,” ujarnya.
Kejuaraan yang berlangsung hingga 31 Mei 2026 itu mengangkat tema “Menjalin Silaturahmi, Mengukir Prestasi, Tetap Tangguh Menjaga Budi Pekerti untuk Menjadi Pendekar Sejati.”
Dony mengatakan tema tersebut sengaja diangkat untuk menanamkan nilai persaudaraan dan karakter positif kepada para atlet pelajar di tengah ketatnya persaingan pertandingan. “Pesilat sejati bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki sikap yang baik, menghormati lawan, dan menjaga persaudaraan,” katanya.
Pada hari pertama pelaksanaan, agenda kegiatan difokuskan pada verifikasi peserta, uji gelanggang, technical meeting, serta refreshing wasit dan juri guna memastikan pertandingan berjalan objektif dan profesional. Pertandingan resmi akan dimulai Jumat (29/5) dengan melibatkan seluruh kontingen dari kabupaten dan kota se-Kaltara.
Dony berharap seluruh atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa mengabaikan nilai-nilai sportivitas selama bertanding. “Harapan kami semua atlet bisa bertanding secara fair, menjaga nama baik sekolah dan daerah masing-masing, serta menjadikan kejuaraan ini sebagai pengalaman berharga,” tuturnya.
Kejuaraan tersebut diprediksi berlangsung sengit sekaligus meriah karena mempertemukan atlet-atlet pelajar terbaik dari berbagai daerah di Kaltara. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT