TARAKAN – Kejuaraan Pencak Silat Antar-Pelajar se-Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026 resmi dimulai di Tarakan, Kamis (28/5). Ajang tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltara dalam menjaring bibit atlet potensial untuk diproyeksikan ke tingkat nasional.
Kejuaraan yang dipusatkan di SMK Negeri 2 Tarakan itu diikuti pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltara. Selama empat hari pelaksanaan, para atlet muda akan bersaing menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas gelanggang.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) IPSI Kaltara, Dony Ari Yuwono mengatakan, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi antarpelajar, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet usia dini di daerah.
“Kejuaraan ini menjadi salah satu wadah untuk melihat potensi atlet-atlet muda di Kaltara. Dari sini kita bisa memetakan atlet yang nantinya dipersiapkan untuk event lebih tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan sehingga kompetisi rutin menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengalaman bertanding para pesilat muda. “Semakin sering atlet bertanding, mental dan kemampuan mereka juga akan semakin terbentuk,” katanya.
Dony menjelaskan, seluruh persiapan pertandingan telah dilakukan secara maksimal mulai dari perangkat pertandingan, verifikasi peserta hingga kesiapan venue pertandingan. “Kami memastikan seluruh proses berjalan baik agar atlet bisa bertanding dengan nyaman dan sportif,” ujarnya.
Kejuaraan tersebut mengusung tema “Menjalin Silaturahmi, Mengukir Prestasi, Tetap Tangguh Menjaga Budi Pekerti untuk Menjadi Pendekar Sejati.” Selain mengejar prestasi, IPSI Kaltara juga berharap kejuaraan ini mampu meningkatkan minat pelajar terhadap olahraga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
“Harapannya muncul atlet-atlet baru yang nantinya mampu membawa nama Kaltara di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT