Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kekayaan SDA Kaltara Belum Berdampak bagi Kesejahteraan Masyarakat, Ini Kata Akademisi

Zakaria RT • Selasa, 26 Mei 2026 | 18:37 WIB
Akademisi Ekonomi dari UBT Dr Margiyono S.E, M.Si. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Akademisi Ekonomi dari UBT Dr Margiyono S.E, M.Si. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Melimpahnya sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Besarnya nilai ekonomi dari sektor tambang, perkebunan hingga sumber daya lainnya disebut masih belum berbanding lurus dengan kualitas lapangan kerja, penguatan industri, maupun peningkatan penerimaan negara dari sektor pajak. Persoalan tata kelola SDA disebut menjadi akar utama yang perlu segera dibenahi secara menyeluruh.

Akademisi Ekonomi dari UBT Dr Margiyono S.E, M.Si menilaim=n pengelolaan SDA yang baik akan membawa dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Menurutnya, jika hilirisasi industri dan tata kelola sektor sumber daya alam diperkuat, maka kualitas Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara juga akan meningkat.

“Persoalan utama kita hari ini sebenarnya ada pada tata kelola SDA yang belum berjalan maksimal. Padahal Kaltara memiliki potensi sumber daya yang sangat besar, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, lapangan pekerjaan formal, hingga penerimaan pajak daerah dan negara masih belum optimal,” ujarnya, Selasa (26/5).

“Kalau tata kelola SDA diperbaiki total, tentu Kaltara akan mengalami perbaikan. PDRB kita bisa semakin berkualitas, industri tumbuh lebih baik, lapangan pekerjaan meningkat, dan pekerja informal akan semakin kecil sementara pekerja formal membesar,” sambungnya.

Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah pekerja formal akan berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Ketika masyarakat memiliki pekerjaan tetap dan pendapatan lebih baik, maka ketergantungan terhadap bantuan maupun subsidi pemerintah akan semakin berkurang.

“Kalau pekerja formalnya membesar berarti subsidi pemerintah juga akan menurun. Kalau semuanya bergaji tinggi, APBN kita menjadi kuat. Kalau APBN kuat, negaranya pasti kuat, karena pembangunan kuat, pertahanan kuat, semuanya akan menjadi kuat,” katanya.

Menurut Margiyono, selama ini persoalan utama dalam pengelolaan ekonomi Indonesia berada pada tata kelola SDA yang belum berjalan optimal. Padahal Indonesia, termasuk Kaltara, memiliki kekayaan alam yang sangat besar dan seharusnya mampu menjadi fondasi utama kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi ironi karena negara dengan wilayah kecil dan sumber daya terbatas justru mampu menciptakan kesejahteraan lebih baik dibanding Indonesia yang kaya SDA.

“Negara kecil saja bisa makmur, sementara kita punya sumber daya sendiri, dikelola sendiri, sudah lebih dari 70 tahun merdeka tetapi masyarakatnya belum juga benar-benar sejahtera. Itu yang membuat kita resah,” tegasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#sumber daya alam #kaltara #ekonomi #sda