TARAKAN – Dinas Kesehatan Kota Tarakan mengingatkan orang tua agar tidak memaksakan anak tetap masuk sekolah saat mengalami gejala Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD).
Pengelola Program Surveilans Dinkes Tarakan, Irsal mengatakan langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit yang dikenal sangat mudah menular di lingkungan anak-anak. “Kalau ada anak yang sudah sakit, sebaiknya tidak dipaksakan ke sekolah. Istirahat dulu sampai benar-benar membaik supaya tidak menularkan ke teman-temannya,” katanya.
Ia menjelaskan, HFMD umumnya menyerang anak usia balita dan sekolah dengan gejala awal berupa demam ringan, sakit tenggorokan dan penurunan nafsu makan. Selanjutnya muncul sariawan di mulut dan bintik-bintik di tangan maupun kaki.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat anak membutuhkan waktu pemulihan sekitar lima hingga tujuh hari di rumah. “Biasanya anak perlu istirahat sekitar lima sampai tujuh hari sampai gejalanya mereda,” ujarnya.
Irsal mengatakan penularan HFMD sangat cepat terjadi di lingkungan sekolah maupun tempat bermain karena virus dapat menyebar melalui percikan ludah, kontak langsung hingga benda yang terkontaminasi.
Karena itu, peran orang tua dan pihak sekolah sangat penting dalam mencegah penularan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun. “Untuk flu Singapura ini belum ada vaksin. Jadi pencegahan paling utama adalah menjaga kebersihan,” katanya.
Meski umumnya dapat sembuh sendiri, ia mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut. “Yang perlu diwaspadai itu bukan tingkat keparahannya, tapi kecepatan penularannya,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT