Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dinkes Tarakan Waspadai Penyebaran Flu Singapura di Sekolah

Eliazar Simon • Senin, 25 Mei 2026 | 20:26 WIB
Pengelola Program Surveilans Dinkes Tarakan, Irsal, SKM., MKM. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Pengelola Program Surveilans Dinkes Tarakan, Irsal, SKM., MKM. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Penyakit Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) masih menjadi ancaman bagi anak-anak di Kota Tarakan. Penyakit menular yang disebabkan virus Enterovirus itu diketahui masih sering ditemukan, terutama pada kelompok usia balita dan anak sekolah.

Pengelola Program Surveilans Dinas Kesehatan Kota Tarakan Irsal mengatakan, HFMD bukan penyakit baru, namun kasusnya terus muncul berulang di masyarakat. “Kasus flu Singapura ini sebenarnya sudah lama ada, tetapi sampai sekarang masih terus ditemukan. Yang paling sering terdampak adalah anak-anak, terutama di usia sekolah dan balita,” katanya.

Menurutnya, penyakit tersebut sangat mudah menular karena dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderita, percikan air liur, cairan dari lepuhan kulit hingga benda-benda yang digunakan bersama.

“Penularannya bisa lewat banyak cara, mulai dari percikan ludah, kontak langsung, sampai benda yang dipakai bersama. Makanya di lingkungan sekolah atau tempat anak bermain, penyebarannya bisa sangat cepat kalau tidak diantisipasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gejala awal HFMD biasanya ditandai demam ringan, sakit tenggorokan dan penurunan nafsu makan. Setelah itu muncul sariawan di dalam mulut yang cukup nyeri, disertai bintik atau lepuhan kecil di telapak tangan dan kaki. “Anak biasanya jadi rewel karena sulit makan dan minum akibat sariawan yang terasa sakit,” katanya.

Karena mudah menular, anak yang mengalami gejala disarankan beristirahat di rumah selama lima hingga tujuh hari hingga kondisi membaik. “Selama itu sebaiknya tidak dulu masuk sekolah supaya tidak menularkan ke teman-temannya,” ujarnya.

Irsal menambahkan, hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk mencegah Flu Singapura. Karena itu, langkah utama pencegahan dilakukan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Yang paling penting itu cuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan dan tidak berbagi alat makan,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#flu singapura #flu #tarakan #dinas kesehatan