TARAKAN – Pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalimantan Utara (Kaltara) mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara segera menetapkan jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II/2026 yang akan digelar di Malinau.
Ketua POBSI Kaltara Mustafa Daeng Manasse menegaskan kepastian jadwal sangat dibutuhkan agar seluruh pengurus kabupaten dan kota dapat mempersiapkan atlet secara maksimal menghadapi ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
“Saya minta ketegasan dari KONI provinsi supaya segera menetapkan tanggal pelaksanaan Porprov II/2026 Kaltara di Malinau,” tegas Mustafa.
Menurutnya, hingga kini pihaknya terus mendapat pertanyaan dari pengurus POBSI kabupaten dan kota terkait kepastian pelaksanaan Porprov. Selain jadwal pertandingan, kepastian dukungan anggaran juga dinilai penting agar persiapan masing-masing daerah bisa berjalan optimal.
Karena itu, Mustafa meminta KONI Kaltara segera mengundang seluruh cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan untuk membahas dan menyepakati jadwal maupun teknis pelaksanaan. “Harapan saya, supaya KONI segera mengundang semua cabor untuk menentukan jadwal pelaksanaan Porprov II,” katanya.
Ia mengaku mendapat informasi bahwa pelaksanaan Porprov kemungkinan diundur hingga November 2026 karena masih menunggu anggaran perubahan. Padahal sebelumnya terdapat informasi awal bahwa ajang tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada 9 September 2026.
Kondisi tersebut dinilai membuat sejumlah cabor kesulitan menyusun program latihan dan persiapan atlet karena belum adanya kepastian resmi.
Meski demikian, Mustafa memastikan cabang olahraga biliar siap melaksanakan pertandingan kapan pun jadwal ditetapkan. Bahkan pihaknya telah melakukan survei venue pertandingan di Malinau dan hasilnya dinilai memenuhi standar.
“Venuenya sudah ada. Mereka menyatakan venuenya memang bagus, sesuai standar,” ujarnya.
POBSI Kaltara berharap kepastian jadwal Porprov II segera diputuskan agar seluruh cabang olahraga memiliki waktu persiapan yang cukup, baik dari sisi pembinaan atlet, agenda seleksi maupun kebutuhan anggaran menuju pelaksanaan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT