TARAKAN – Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan mengakui response time penanganan kebakaran di wilayah Tarakan Timur masih belum maksimal. Kondisi itu disebabkan jarak tempuh yang cukup jauh dari pos pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian.
Kepala Satpol PP dan PMK Tarakan Sofyan mengatakan, pihaknya kini mendorong penambahan unit pelayanan pemadam kebakaran di Tarakan Timur guna mempercepat waktu penanganan saat terjadi kebakaran.
“Masih ada capaian response time yang belum bisa kita penuhi, khususnya di Kecamatan Tarakan Timur,” ujarnya.
Menurut Sofyan, peningkatan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan penting untuk menunjang pelayanan Damkar, terutama di wilayah dengan jangkauan cukup jauh.
Ia menjelaskan, idealnya Tarakan Timur memiliki tambahan tiga unit armada pemadam yang terdiri dari kendaraan pemadam utama dan kendaraan suplai air.
Selain armada, kebutuhan personel juga menjadi perhatian. Untuk satu unit pelayanan, diperlukan sekitar 16 hingga 21 personel agar sistem piket dan kesiapsiagaan selama 24 jam dapat berjalan optimal.
“Kalau kami ini tugasnya menyiapkan sarpras dan personel. Kami standby 24 jam untuk pelayanan masyarakat,” katanya.
Sofyan menegaskan seluruh wilayah di Kota Tarakan memiliki tingkat urgensi yang sama dalam penanganan kebakaran. Karena itu, penambahan sarpras dan unit pelayanan tetap menjadi prioritas untuk mendukung pelayanan cepat kepada masyarakat.
“Secara urgensi semua titik itu penting, tidak ada yang tidak urgensi,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT