TARAKAN - Sebanyak 316 jamaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Balikpapan (BPN) memilih mengambil Nafar Awal dalam rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna tahun ini. Sementara puluhan jamaah lainnya memilih Nafar Tsani dan akan kembali ke Kota Makkah sehari setelahnya.
Ketua Kloter 7 Jamaah Haji Kaltara, Sayid Abdullah mengungkapkan, dari total 358 jamaah dalam Kloter 7 BPN, sebanyak 316 jamaah dijadwalkan meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah untuk kembali ke hotel di Mekah setelah menyelesaikan rangkaian lempar jumrah. Sedangkan sebanyak 43 jamaah lainnya memilih Nafar Tsani dan baru akan meninggalkan Mina pada 13 Dzulhijjah sekitar pukul 11.00 hingga 14.00 waktu setempat.
“Setelah seluruh jamaah kembali ke hotel, rangkaian rukun haji lainnya akan dilanjutkan dengan tawaf ifadah, sai serta tahalul akhir sebagai penutup prosesi utama ibadah haji,” urainya, Minggu (24/5).
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian ibadah saat ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan petugas haji Arab Saudi maupun pemerintah Indonesia. Namun di tengah padatnya agenda pelaksanaan ibadah, kondisi kesehatan jamaah menjadi perhatian serius petugas kloter.
Menurut Sayid, hingga saat ini masih cukup banyak jamaah yang mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk, flu hingga demam akibat perubahan cuaca dan suhu panas ekstrem di Arab Saudi.
Kondisi tersebut membuat petugas terus mengingatkan jamaah agar menjaga stamina selama menjalani rangkaian ibadah haji, terutama saat pelaksanaan Armuzna yang dikenal sebagai fase paling padat dan menguras tenaga.
“Kami terus mengingatkan jamaah untuk memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas yang tidak perlu dan menggunakan alat pelindung diri seperti masker maupun payung saat berada di luar ruangan,” katanya.
Ia menambahkan, suhu udara selama pelaksanaan Armuzna diperkirakan mencapai 43 hingga 46 derajat Celsius. Cuaca ekstrem tersebut disebut menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah, khususnya kelompok lanjut usia dan jamaah dengan riwayat penyakit tertentu.
Karena itu, petugas kloter terus melakukan pemantauan kesehatan secara berkala sekaligus mengingatkan jamaah agar tidak memaksakan diri selama menjalankan ibadah.
“Perkiraan cuaca, suhu udara selama pelaksanaan Armuzna diprediksi mencapai 43 hingga 46 derajat Celsius. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah, khususnya lansia dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu kami terus mengingatkan jamaah menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri selama menjalani rangkaian ibadah,” pungkasnya. (zac./jnr)
Editor : Januriansyah RT