Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Banjir Kiriman dari Wilayah Perbatasan Malaysia, Empat Kecamatan Terdampak 

Asrullah RT • Senin, 18 Mei 2026 | 20:25 WIB
BANJIR : Dampak kenaikan debit air sungai Sembakung membuat empat kecamatan mulai terendam banjir. 
BANJIR : Dampak kenaikan debit air sungai Sembakung membuat empat kecamatan mulai terendam banjir. 

NUNUKAN - Curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Malaysia berimbas pada sejumlah kecamatan di wilayah IV. Bagaimana tidak, debit air sungai Sembakung kini berada di atas ketinggian normal sejak pukul 10.00 WITA, Senin (18/5). 

Kepala Subsi Bidang Penyelamatan dan Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, berdasarkan laporan pantauan di lapangan, Tinggi Muka Air (TMA) sungai Sembakung mengalami kenaikan. Dan hingga 17.30 WITA tercatat empat kecamatan terdampak. 

"Adapun wilayah yang terdampak yakni Kecamatan Lumbis Persidangan, Lumbis, Sembakung Atulai dan Sembakung," ucap Hasanuddin, Senin (18/5). 

Dijelaskan, bencana banjir terjadi diakibatkan terjadinya banjir dari wilayah perbatasan Malaysia. Kemudian, debit air masuk melalui Kecamatan Lumbis Pensiangan. "Jumlah desa masih dalam pendataan oleh personel Pos BPBD kecamatan. Saat ini belum ada pengungsi," jelasnya. 

Dan berdasarkan pantauan terakhir, TMA sungai Sembakung di Desa Mansalong, Lumbis mencapai 10 meter. Sementara, ketinggian normal air berada di 7 meter.  "Terjadi kenaikan 3 meter dari posisi normal. Aktifitas masyarakat saat ini sebagian besar terganggu akibat dampak banjir. Pada pukul 15.00 WITA banjir sudah surut di wilayah Kecamatan Lumbis Pensiangan," bebernya. 

Saat ini, upaya penanganan terus dilakukan personel dilapangan. Seperti, melakukan pemantauan kondisi ketinggian muka air. Melakukan pemantauan wilayah dan dampak banjir. Dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa. Serta, menyiapkan peralatan penanggulangan bencana. 

"Personil yang terlibat di lapangan BPBD Pos Kecamatan, pemerintah kecamatan dan desa. Armada dan peralatan yang disiagakan yakni mobil slip on BPBD, kendaraan motor roda 2 BPBD dan long boat," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#luapan sungai #banjir #nunukan #bencana banjir