Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sekolah Rakyat Tarakan Buka 270 Kuota Siswa Baru Tahun Ini

Zakaria RT • Minggu, 17 Mei 2026 | 20:47 WIB
BERI KETERANGAN: Kepala SRT 59 Tarakan, Marisa Aulia (tengah) saat memberikan keterangan ke media. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BERI KETERANGAN: Kepala SRT 59 Tarakan, Marisa Aulia (tengah) saat memberikan keterangan ke media. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu terus diperkuat melalui Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos). Di Kota Tarakan, program tersebut mulai dipersiapkan untuk Tahun Ajaran 2026/2027 dengan membuka ratusan kuota siswa baru yang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 59 Tarakan, Marisa Aulia mengatakan, SRT 59 Tarakan dipastikan akan menerima sebanyak 270 peserta didik baru yang dibagi untuk tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang akan menerima 90 siswa baru yang seluruhnya berasal dari keluarga yang terdata dalam Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala persoalan ekonomi keluarga,” ujarnya, Sabtu (16/5).

Ia menjelaskan, saat ini SRT Tarakan telah memiliki peserta didik aktif sebanyak 47 siswa tingkat SD dan 17 siswa tingkat SMP. Seiring bertambahnya kapasitas dan pengembangan program, jumlah penerimaan siswa baru tahun ini disebut meningkat cukup signifikan agar lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu bisa mendapatkan layanan pendidikan.

"Program sekolah rakyat memang dirancang khusus untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin ekstrem maupun miskin yang selama ini rentan mengalami hambatan pendidikan. Karena itu, seluruh proses seleksi calon peserta didik dilakukan secara ketat berdasarkan data sosial ekonomi yang dimiliki pemerintah pusat," jelasnya.

Dikatakannya, selain harus berasal dari keluarga yang masuk kategori penerima program, para calon siswa juga diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan umum lainnya. Salah satunya adalah kesediaan tinggal di asrama dan mengikuti seluruh aturan pendidikan yang diterapkan di SR. Lanjutnya, konsep pendidikan di SR tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, hingga pembinaan sosial peserta didik melalui sistem pendidikan berasrama.

“Para calon peserta didik harus bersedia tinggal di asrama, menaati aturan sekolah, mengikuti pemeriksaan kesehatan, dan melampirkan surat tanggung jawab mutlak dari orang tua. Tidak hanya itu, orang tua calon siswa juga diwajibkan menyerahkan deskripsi profil keluarga sebagai bagian dari proses administrasi dan verifikasi penerimaan peserta didik baru. Dokumen itu nantinya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memastikan bantuan pendidikan benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan," urainya. (zac/jnr)

 

Editor : Januriansyah RT
#kementerian sosial #tarakan #kaltara #Sekolah Rakyat