TARAKAN – Keterbatasan anggaran pembinaan tak menyurutkan langkah Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Tarakan dalam mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi II Kalimantan Utara 2026 di Malinau. Sebagai solusi, Perpani menerapkan skema iuran dari masing-masing klub untuk menjaga keberlanjutan program pembinaan atlet.
Ketua Perpani Tarakan, Rozi Djoko Arfiono menjelaskan, iuran ditentukan berdasarkan jumlah atlet di setiap klub dan dinilai tidak memberatkan. “Kalau satu klub punya 10 atlet, satu orang 10 ribu per bulan, jadi 100 ribu per klub. Itu tidak membebani,” jelasnya.
Skema ini menjadi langkah realistis di tengah keterbatasan dukungan anggaran, sekaligus memastikan pembinaan tetap berjalan secara konsisten menjelang Porprov. Di sisi lain, Perpani juga tetap berharap dukungan dari pemerintah daerah, KONI, dan Dispora agar pembinaan bisa lebih optimal.
Tak hanya fokus pada pembiayaan, Perpani Tarakan juga tengah melakukan pembenahan organisasi. Kepengurusan baru telah dibentuk dengan melibatkan seluruh perwakilan klub guna menghilangkan sekat antar komunitas panahan di Tarakan.
“Semua bersatu di dalam satu persatuan, yaitu Perpani Kota Tarakan,” tegas Rozi.
Pelantikan pengurus dijadwalkan setelah seleksi kota selesai, dilanjutkan dengan rapat kerja untuk menyusun program strategis ke depan. Dengan kombinasi pembinaan mandiri dan konsolidasi organisasi, Perpani Tarakan optimistis mampu menjaga prestasi, termasuk mempertahankan gelar juara umum di Porprov mendatang. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT