TARAKAN – Jemaah haji asal Kaltara yang lanjut usia dan berisiko tinggi, mendapat perhatian khusus selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang saat ini mencapai 43 derajat celsius.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan asal Kalimantan Utara (Kaltara), Sayid Abdullah, di mana pihak kloter terus mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi tubuh dan mengurangi aktivitas berlebihan di luar ruangan demi mencegah kelelahan maupun gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah.
“Cuaca di Madinah sekarang sangat panas, bisa mencapai 43 derajat Celsius. Jadi kami terus mengingatkan jemaah supaya menjaga kesehatan dan tidak memaksakan aktivitas yang berlebihan,” ujarnya Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, perhatian khusus diberikan kepada kelompok jemaah lanjut usia, pengguna kursi roda, difabel serta jemaah dengan penyakit bawaan saat pengambilan miqat di Bir Ali. Mereka tidak diwajibkan turun menuju area masjid karena jarak terminal bus ke lokasi masjid mencapai sekitar dua kilometer dengan kondisi cuaca yang sangat panas.
“Kita tidak menyarankan jemaah lansia, risiko tinggi, pengguna kursi roda ataupun difabel untuk turun di Bir Ali. Mereka cukup mengambil niat ihram di dalam bus dan nanti akan kami pandu. Karena kondisi cuaca sangat panas dan jaraknya cukup jauh,” tuturnya.
Ia menyebutkan, hingga saat ini terdapat sedikitnya 10 jemaah yang membutuhkan bantuan kursi roda selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Sebanyak tujuh orang telah terdata sejak keberangkatan dari Indonesia, sementara tiga lainnya baru mengajukan pendampingan tambahan menjelang pelaksanaan tawaf dan sai.
Adapun sebagian besar jemaah pengguna kursi roda memiliki penyakit bawaan dan rutin mengonsumsi obat-obatan selama menjalankan ibadah haji. Karena itu pengawasan kesehatan terus diperketat agar kondisi jemaah tetap stabil hingga puncak pelaksanaan ibadah haji.
Selain itu, Sayid mengungkapkan jemaah tertua asal Kaltara dalam Kloter 7 berusia 84 tahun, sedangkan jemaah termuda berusia 20 tahun. Total jemaah yang tergabung dalam Kloter 7 berjumlah 358 orang.
“Total jemaah kita 358 orang. Sebanyak 357 merupakan jemaah asal Kaltara dan satu orang merupakan jemaah titipan dari Kaltim,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, satu jemaah asal Kaltim sebelumnya tidak laik terbang bersama Kloter 6 sehingga dialihkan bergabung dengan Kloter 7 Kaltara. Sementara dua jemaah Kloter 7 lainnya sempat tertunda keberangkatannya dan baru menyusul menggunakan Kloter 8.
“Ada dua jemaah kita yang kemarin belum bisa berangkat bersama kloter dan akhirnya menyusul menggunakan Kloter 8. Sekarang mereka sudah lebih dulu berada di Makkah,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT