Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Evakuasi Hewan Masuk Permukiman di Tarakan Capai 39 Laporan, Hewan Jenis Ini Masih Mendominasi

Zakaria RT • Rabu, 13 Mei 2026 | 18:57 WIB
MEMBAHAYAKAN : Petugas PMK saat melakukan evakuasi hewan di rumah warga.
MEMBAHAYAKAN : Petugas PMK saat melakukan evakuasi hewan di rumah warga.

TARAKAN – Fenomena kemunculan hewan liar maupun hewan peliharaan yang masuk ke lingkungan permukiman warga di Kota Tarakan masih terus terjadi, hal ini memicu keresahan masyarakat. Dalam kurun waktu lima bulan terakhir, petugas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan tercatat telah menangani puluhan laporan evakuasi hewan yang dinilai membahayakan maupun mengganggu aktivitas warga.

Tidak hanya ular, laporan yang masuk juga mencakup evakuasi biawak, sarang tawon hingga anjing yang dianggap mengancam keselamatan masyarakat. Namun dari seluruh penanganan yang dilakukan sejak Januari hingga Mei 2026, kasus kemunculan ular masih menjadi yang paling mendominasi.

, Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan mengungkapkan, hingga pertengahan Mei ini pihaknya telah menerima sekitar 39 laporan penanganan evakuasi hewan dari berbagai wilayah di Kota Tarakan. Sebagian besar laporan berasal dari kawasan permukiman padat penduduk, terutama saat warga menemukan ular masuk ke dalam rumah, plafon bangunan, dapur hingga pekarangan.

Menurutnya, kemunculan hewan tersebut sering kali membuat warga panik karena berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah, terutama anak-anak. Karena itu, masyarakat biasanya langsung menghubungi petugas PMK untuk melakukan evakuasi agar penanganan dapat dilakukan dengan aman.

“Kalau untuk Mei ini, dari Januari sampai Mei sudah ada sekitar 39 kali penanganan hewan. Itu hewan baik ular, biawak, tawon, termasuk anjing juga. Yang paling mendominasi itu ular. Untuk ular sendiri ada sekitar 20-an kasus. Sisanya ada tawon, biawak, dan anjing,” ujar Irwan, Rabu (13/5).

Ia menjelaskan, tingginya kasus ular yang masuk ke kawasan permukiman diduga dipengaruhi kondisi lingkungan serta perubahan habitat. Beberapa lokasi yang masih berdekatan dengan lahan kosong, semak maupun drainase menjadi titik yang cukup rawan kemunculan ular, terlebih saat cuaca berubah atau terjadi genangan air.

"Selain itu, tumpukan barang bekas dan kondisi lingkungan yang kurang bersih juga menjadi dapat menjadi tempat persembunyian hewan melata tersebut. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan segera melapor apabila menemukan hewan berbahaya di sekitar rumah," jelasnya.

Irwan menegaskan, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti petugas dengan mengutamakan keselamatan warga maupun personel di lapangan. Dalam beberapa kasus tertentu, proses evakuasi bahkan dilakukan cukup sulit karena posisi hewan berada di tempat sempit atau tersembunyi.

Ia menyebut, petugas penyelamatan PMK memang tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lain termasuk evakuasi hewan yang berpotensi membahayakan masyarakat. Karena itu, personel selalu disiagakan untuk merespons laporan warga selama 24 jam.

“Kadang ada ular masuk plafon rumah, ada yang di dapur, bahkan ada yang bersembunyi di kendaraan warga. Itu yang membuat masyarakat takut sehingga kami turun melakukan evakuasi supaya aman,” katanya.

Selain ular, laporan terkait sarang tawon juga cukup sering diterima PMK Tarakan. Sarang tawon yang berada di atap rumah maupun pepohonan sekitar permukiman dianggap berbahaya karena dapat menyerang warga sewaktu-waktu, terutama anak-anak yang bermain di sekitar lokasi.

Sementara untuk kasus biawak dan anjing, sebagian besar berkaitan dengan hewan yang masuk ke lingkungan rumah dan membuat warga khawatir. Beberapa di antaranya bahkan dilaporkan karena dianggap agresif dan mengganggu keamanan lingkungan sekitar.

"Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri hewan berbahaya tanpa peralatan maupun kemampuan yang memadai. Sebab tindakan tersebut berisiko menimbulkan luka maupun serangan hewan terhadap warga. Segera laporkan supaya bisa kami evakuasi dengan aman,” tuturnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#hewan liar #hewan masuk permukiman #evakuasi hewan liar #tarakan #pemadam kebakaran