TARAKAN – Di balik penurunan angka pengangguran di Kota Tarakan, terdapat catatan penting yang perlu menjadi perhatian. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2025 turun menjadi 5,06 persen.
Namun di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami penurunan menjadi 62,16 persen atau turun 1,48 persen poin dibanding tahun sebelumnya.
Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi, menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan tidak semua penduduk usia kerja aktif terlibat dalam pasar tenaga kerja. “Penurunan pengangguran memang positif, tetapi kita juga perlu melihat partisipasi angkatan kerja dan kualitas pekerjaan masyarakat,” ujarnya.
Jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak 119.903 orang, sementara yang bekerja mencapai 113.839 orang. Struktur ketenagakerjaan Tarakan masih didominasi sektor jasa dengan kontribusi 57,87 persen, diikuti manufaktur dan pertanian.
BPS juga menyoroti pentingnya peningkatan jumlah pekerja formal dibanding informal, mengingat pekerjaan formal dinilai lebih menjamin stabilitas pendapatan.
Selain itu, peluang penyerapan tenaga kerja juga diperkirakan datang dari investasi dan aktivitas ekonomi baru, termasuk SPPG yang berpotensi menyerap puluhan tenaga kerja di setiap unitnya.
“Pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pembukaan lapangan kerja yang berkualitas agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Umar.
BPS pun mengingatkan masyarakat agar memahami definisi pengangguran secara statistik, yakni mereka yang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT