Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hasil TKA Siswa Tarakan Disebut Menurun, Disdik Siapkan Pemetaan Kualitas Sekolah

Zakaria RT • Senin, 11 Mei 2026 | 20:06 WIB
BELAJAR : Aktivitas belajar di salah satu sekolah di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BELAJAR : Aktivitas belajar di salah satu sekolah di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Menurunnya hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi sinyal serius bagi dunia pendidikan di Kota Tarakan. Pemerintah daerah mulai menaruh perhatian besar terhadap capaian akademik siswa yang disebut mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama pada jenjang SMA yang lebih dulu melaksanakan TKA.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Tamrin Toha mengatakan, TKA tidak hanya dipandang sebagai alat evaluasi biasa, melainkan menjadi instrumen penting untuk memetakan kualitas pendidikan di setiap sekolah. Dari hasil tersebut nantinya pemerintah dapat mengetahui sekolah mana yang membutuhkan perhatian lebih dalam peningkatan mutu pembelajaran.

“Kitа dengar sendiri informasi bahwa hasil TKA sebelumnya memang turun, jeblok lah istilahnya. Seperti di jenjang SMA yang sudah dilakukan tahun lalu. Nah ini tentu menjadi evaluasi bagi Kementerian Pendidikan Nasional dan juga pemerintah daerah,” katanya, Senin (11/5).

Menurut Tamrin, melalui hasil TKA pemerintah akan memperoleh gambaran nyata mengenai kemampuan akademik siswa di tiap satuan pendidikan. Pemetaan tersebut dinilai penting sebagai dasar menentukan langkah perbaikan pembelajaran ke depan.

“TKA itu kan kita mau memetakan kualitas. Nanti akan terpetakan hasil-hasil TKA di sekolah. Jadi dari situ kita bisa melihat kemampuan anak-anak sebenarnya seperti apa. Saat monitoring dan evaluasi pelaksanaan TKA, banyak siswa mengaku kesulitan menjawab soal yang diberikan. Tapi di sisi lain, ada pula sekolah tertentu yang justru menilai soal tes relatif mudah,” urainya.

Ia menjelaskan, perbedaan respons siswa dan sekolah terhadap tingkat kesulitan soal menunjukkan adanya kesenjangan kualitas pembelajaran antar sekolah di Tarakan. Karena itu Disdik berencana melakukan pemetaan lebih rinci agar strategi peningkatan mutu pendidikan bisa dilakukan secara lebih tepat sasaran.

“Hasil monev kita kemarin ketika tanya anak-anak bagaimana soalnya, banyak yang bilang sangat sulit, susah. Tapi ada sekolah tertentu yang menganggap itu gampang. Nah ini yang harus nanti kita lihat hasilnya lalu kita petakan,” jelasnya lagi.

Disdik Tarakan juga berencana menyusun berbagai strategi peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang selama ini menjadi perhatian utama pemerintah pusat.

Tamrin menilai pola soal dalam TKA saat ini jauh berbeda dibanding model ujian sebelumnya. Menurutnya, siswa tidak lagi cukup hanya mengandalkan hafalan materi, melainkan dituntut memahami konteks persoalan dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau saya perhatikan soalnya itu memang harus memahami. Tidak cukup hanya mengetahui atau sekadar tahu. Bahkan dituntut bisa mengimplementasikan. Jadi memang kemampuan berpikir anak-anak diuji,” tuturnya.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak, mulai dari sekolah, guru hingga orang tua, dapat bersama-sama membangun budaya belajar yang lebih kuat agar kualitas pendidikan di Tarakan terus meningkat dan mampu bersaing dengan daerah lain. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tes kemampuan akademik #tarakan #sekolah #tka #pendidikan