Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Diduga Habitat Asli Rusak Jadi Penyebab Kemunculan Buaya di Pantai Amal Tarakan

Zakaria RT • Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB
HEWAN BERBAHAYA: Salah satu  proses evakuasi buaya oleh Animal Rescue PMK Tarakan beberapa waktu lalu.
HEWAN BERBAHAYA: Salah satu proses evakuasi buaya oleh Animal Rescue PMK Tarakan beberapa waktu lalu.

TARAKAN - Adanya kemunculan buaya di kawasan Pantai Amal belakangan kembali menjadi perhatian masyarakat Kota Tarakan. Sejumlah warga mulai khawatir setelah beberapa kali melihat reptil tersebut muncul di sekitar saluran air kawasan pantai.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap serangan hewan yang sudah ada sejak zaman purba tersebut. Apalagi, sebagian besar masyarakat Pantai Amal menggantungkan nasibnya pada laut yang berprofesi sebagai petani rumput laut maupun nelayan.

Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan mengatakan, sebenarnya tidak jauh dari pantai Amal merupakan habitat asli buaya yakni sungai Indulung yang berada di Binalatung.

Namun demikian, ia menegaskan sejak dulu buaya tidak pernah masuk ke area pantai yang banyak aktivitas manusia. Pihaknya juga terkejut buaya tersebut mulai terlihat di sekitar pemukiman masyarakat.

"Selama ini buaya itu tidak pernah mendekati pemukiman dan pantai karena di sungai Indulung banyak makanannya. Ikan-ikan di sungai sana. Mungkin kehadiran buaya mengingatkan kita kalau habitat aslinya sudah mulai rusak," ujarnya, Senin (11/5).

Irwan menjelaskan, kondisi geografis kawasan Pantai Amal memang memungkinkan buaya hidup dan berkembang secara alami. Karena itu, menurutnya, masyarakat tidak bisa menganggap kawasan tersebut sepenuhnya aman untuk aktivitas bebas tanpa memperhatikan potensi keberadaan satwa liar.

Apalagi, beberapa titik di sekitar saluran air dan kawasan rawa masih menjadi area yang cukup alami dan jarang terganggu aktivitas manusia. Pemerintah telah plang peringatan di sejumlah titik sekitar Pantai Amal sebagai bentuk antisipasi agar warga tidak memasuki kawasan rawan. Sehingga pihaknya meminta masyarakat agar tidak menyepelekan imbauan tersebut.

"Posisi buaya saat ini masih berada di area bawah sungai Pantai Amal. Buaya itu sebenarnya tidak senang mengganggu manusia. Tapi kalau habitatnya rusak maka dia mencari tempat yang baru untuk mencari makanan. Belum lama ini sudah dipasang plang peringatan mudahan ini tidak disepelekan masyarakat," tuturnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #pmk #buaya #pemadam kebakaran #Pantai Amal