Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tiga Sarang Tawon Berhasil Dievakuasi, PMK Tarakan Minta Masyarakat Waspada

Zakaria RT • Jumat, 8 Mei 2026 | 16:37 WIB
SARANG TAWON:  Proses evakuasi sarang tawon pada menara sutet di Kota Tarakan. ISTIMEWA
SARANG TAWON:  Proses evakuasi sarang tawon pada menara sutet di Kota Tarakan. ISTIMEWA

TARAKAN - Besarnya ancaman keselamatan manusia terhadap Keberadaan sarang tawon di lingkungan permukiman masih menjadi fenomena yang kerap terjadi Kota Tarakan. Meski jumlah laporan tahun ini disebut menurun, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Tarakan meminta masyarakat tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan sarang tawon di rumah kosong maupun kawasan padat penduduk.

Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Satpol PP Tarakan, Irwan menerangkan, kemunculan tawon di kawasan permukiman tidak lepas dari semakin berkurangnya habitat alami akibat perambahan hutan dan perkembangan kawasan hunian di Tarakan.

“Bulan lalu ada 3 sarang tawon vespa baik di rumah masyarakat dan fasilitas umum. Kalau tawon ini sebenarnya karakteristiknya bukan rumah itu tempat tinggalnya, tapi di hutan. Karena Tarakan sudah banyak perambahan hutan, jadi ya mereka tidak ada tempat-tempat lagi. Ini kan karena antara kebutuhan manusia juga untuk kehidupan,” ujarnya, Jumat (8/5).

Menurut Irwan, dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlah penanganan sarang tawon sepanjang 2026 masih relatif rendah. Namun kondisi itu tetap perlu mendapat perhatian karena keberadaan sarang tawon dapat membahayakan warga, terutama anak-anak maupun penghuni rumah yang tidak mengetahui keberadaan sarang di bagian atap atau plafon bangunan.

“Untuk tahun ini masih berkurang lah. Kita baru tiga kali menangani untuk tahun ini. Tahun lalu sekitar 10 kasus. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena masyarakat langsung melaporkan saat menemukan. Kebanyakan sih tawon ini bangun sarang di rumah kosong atau di atas ruko yang tinggi. Karena banyak ruko yang atasnya tidak ditempati jadi luput dari perhatian," terangnya.

Ia menjelaskan, tantangan pada proses evakuasi sarang tawon kerap menjadi perhatian masyarakat karena petugas harus bekerja di lokasi sempit, area tinggi, hingga rumah kosong dengan risiko sengatan berbahaya. Meski demikian, Irwan memastikan perlengkapan yang digunakan petugas sudah dirancang khusus untuk penanganan tawon.

"Dalam Evakuasi sebenarnya yang paling beresiko bukan petugas, tapi masyarakat sekitar lokasi. Kalau kami tidak hati-hati tawon akan keluar menyebar dan menyerang membabi-buta ke siapa pun di sekitarnya. Mau manusia atau hewan lainnya. Makanya sebelum mengevaluasi kami memastikan tidak ada yang menonton dalam radius tertentu dan kami upayakan melakukan evakuasi mencegah tawonnya sampai keluar dari sarangnya," jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tawon #tarakan #pmk #sarang tawon #pemadam kebakaran