Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Wilayah Pesisir Dominasi DTKS Tarakan, Karang Anyar Pantai Tertinggi

Eliazar Simon • Jumat, 8 Mei 2026 | 15:21 WIB
Kepala Dinas Sosial Tarakan, Arbain. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Kepala Dinas Sosial Tarakan, Arbain. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Sebaran keluarga penerima bantuan sosial di Kota Tarakan masih didominasi wilayah pesisir dan kawasan padat penduduk. Data terbaru menunjukkan sejumlah kelurahan mencatat jumlah keluarga terbanyak dalam kelompok paling rentan atau Desil 1 dan Desil 2 pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kelurahan Karang Anyar Pantai menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 579 kepala keluarga (KK) pada Desil 1 dan 892 KK pada Desil 2. Disusul Karang Anyar dengan 563 KK dan 821 KK, serta Juata Laut dengan 437 KK dan 885 KK.
Selanjutnya, Selumit Pantai tercatat 495 KK pada Desil 1 dan 777 KK pada Desil 2. Sebengkok sebanyak 399 KK dan 652 KK, serta Pantai Amal 342 KK dan 619 KK.

Kelurahan lain yang juga masuk kategori tinggi yakni Karang Harapan (223 KK dan 474 KK), Lingkas Ujung (277 KK dan 402 KK), Kampung I Skip (269 KK dan 399 KK), serta Mamburungan (193 KK dan 448 KK).

Kepala Dinas Sosial Tarakan, Arbain menjelaskan, dominasi wilayah pesisir dalam data tersebut tidak terlepas dari tingginya pertumbuhan penduduk di Kota Tarakan yang mencapai sekitar 10 ribu orang per tahun.

“Pertumbuhan penduduk cukup tinggi. Banyak pendatang datang untuk mencari pekerjaan dan akhirnya masuk dalam kategori penerima bantuan,” ujarnya.

Selain itu, mobilitas penduduk juga menjadi faktor penting yang memengaruhi dinamika data. Perpindahan domisili hingga kepulangan pekerja dari luar daerah ikut menambah jumlah warga yang masuk dalam DTKS.

Kondisi geografis Tarakan yang berada di wilayah perbatasan juga memberikan pengaruh. Kedekatan dengan Kabupaten Nunukan serta Malaysia menyebabkan adanya arus masuk pekerja migran Indonesia yang dideportasi dan kemudian menetap di wilayah Tarakan maupun sekitarnya.

“Sebagian pekerja migran yang kembali dari luar negeri akhirnya menetap di sini dan masuk dalam data penerima bantuan,” jelasnya.

Meski demikian, Dinas Sosial terus melakukan pembaruan data secara berkala untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Proses verifikasi dan validasi lapangan menjadi kunci dalam menjaga akurasi data.

“Data ini terus kita perbarui. Harapannya bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan,” tutupnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#data terpadu kesejahteraan sosial #tarakan #dinsos #bantuan sosial #DTKS