Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Banyak Disabilitas di Tarakan Belum Terdata, Ini Penyebabnya

Zakaria RT • Kamis, 7 Mei 2026 | 18:13 WIB
Sekretaris PPDI Kota Tarakan, Godi Permana. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Sekretaris PPDI Kota Tarakan, Godi Permana. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Tarakan menyambut positif program pemutakhiran data penyandang disabilitas yang dilakukan pemerintah daerah. Program tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk menghadirkan basis data yang akurat sebagai dasar penyusunan berbagai program pembinaan dan pelayanan bagi penyandang disabilitas.

Sekretaris PPDI Kota Tarakan, Godi Permana mengatakan, selama ini persoalan utama yang dihadapi penyandang disabilitas di Tarakan adalah belum tersedianya data yang lengkap dan terperinci. “Tanggapan kami positif ya, karena data ini sebenarnya basic data yang harus dimiliki pemerintah atau siapapun yang ingin melakukan pembinaan, bantuan, pendidikan dan lain-lain. Itu yang paling lemah selama ini karena kami belum punya data lengkap,” ujarnya, Kamis (7/5).

Menurutnya, keberadaan data yang valid akan membantu pemerintah melihat kondisi penyandang disabilitas secara lebih detail. Sebab, setiap penyandang disabilitas memiliki kebutuhan, kemampuan, dan tingkat hambatan yang berbeda-beda.

Ia menilai, hasil pemutakhiran data nantinya juga dapat digunakan untuk memetakan potensi penyandang disabilitas sehingga program pelatihan maupun penyaluran kerja dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

“Disabilitas itu kompleks, ada tingkatannya, ada ringan, sedang sampai berat. Dengan adanya pemutakhiran data ini akan membantu pemerintah dan juga membantu kami untuk berbagai kepentingan. Ketika mereka ingin mendapatkan pelatihan, pemerintah akan tahu bakat mereka apa dan kemampuan mereka apa. Dari data-data ini semuanya akan terlihat dan itu akan sangat memudahkan kami untuk berkembang,” katanya.

Godi mengakui, selama ini pihaknya kerap mengalami kesulitan menjangkau penyandang disabilitas yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Tarakan. Bahkan, tidak sedikit keluarga yang masih menutup diri sehingga proses pendataan belum berjalan maksimal.

Karena itu, ia berharap keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat RT dan RW dalam pendataan door to door dapat membantu menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas yang selama ini belum tersentuh layanan pemerintah.

“Kami sering kesulitan menghubungi teman-teman disabilitas karena kami tidak tahu mereka ada di mana. Kadang keluarganya juga masih menutup diri, jadi kami kesulitan mengetahui keberadaan mereka. Harapan kami kick-off ini bukan hanya berhenti hari ini, karena masih banyak teman-teman disabilitas yang belum terdata. Pemerintah harus terus proaktif door to door untuk mengunjungi mereka,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#berkebutuhna khusus #tarakan #disabilitas #penyandang disabilitas