TARAKAN - Pembangunan Asrama Haji Transit di Kalimantan Utara (Kaltara) yang dimulai sejak Januari 2024 terus menunjukkan progres. Namun, kapasitas yang tersedia saat ini dinilai masih belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan jemaah haji di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kaltara, Muhammad Saleh mengungkapkan, proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp 53,7 miliar dan kini telah memiliki 77 kamar dengan daya tampung mencapai 308 orang.
“Namun kapasitas ini masih belum mencukupi kebutuhan, mengingat kuota haji Kalimantan Utara saat ini mencapai 489 orang. Oleh karena itu, kami berharap ke depan dapat mengajukan penambahan kuota kepada Wakil Menteri,” ujarnya, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan, pengembangan kawasan asrama haji masih akan berlanjut melalui skema pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pada tahun ini, Kaltara direncanakan mendapatkan tambahan proyek pembangunan aula berkapasitas hingga 1.000 orang dengan nilai anggaran sekitar Rp 40 miliar.
“Tahun ini direncanakan ada proyek SBSN berupa pembangunan aula di kawasan Asrama Haji dengan kapasitas hingga 1.000 peserta dan nilai anggaran sekitar Rp 40 miliar. Ini tentu akan sangat menunjang pelayanan jemaah ke depan,” jelasnya.
Selain itu, Saleh juga menyinggung proses alih kewenangan yang saat ini masih berlangsung dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji. Berdasarkan data Bappenas, Kaltara memperoleh dua proyek strategis, yakni pembangunan aula asrama haji serta satu proyek lainnya di Kabupaten Malinau.
Adapun kunjungan Wamenhaj ke Tarakan menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan haji di daerah. Ia berharap arahan yang diberikan dapat menjadi pedoman dalam pembenahan ke depan.
“Kunjungan Wamenhaj ini sangat berharga bagi kami. Banyak pengalaman dan ilmu yang kami dapatkan, dan kami berharap arahan serta nasihat yang diberikan dapat menjadi pedoman untuk meningkatkan pelayanan ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak berharap keberadaan asrama haji ini tidak hanya dimanfaatkan untuk jemaah haji, tetapi juga jemaah umrah yang jumlahnya jauh lebih besar setiap tahun.
“Harapan kami, asrama haji ini tidak hanya dimanfaatkan untuk jemaah haji, tetapi juga jemaah umrah. Karena jumlah jemaah umrah jauh lebih besar setiap tahunnya, bahkan secara nasional bisa mencapai jutaan. Kalau ini dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin ke depan ada penerbangan langsung dari wilayah ini, sehingga memudahkan jemaah di Kalimantan,” tutupnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT