TARAKAN - Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelepasan ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Kota Tarakan ke Embarkasi Balikpapan pada Senin (4/5) di Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan.
Pelepasan ini menjadi momen sakral yang menjadi penanda dimulainya perjalanan spiritual panjang dalam menjalankan rukun Islam yang ke-5. Dalam rombongan keberangkatan juga terdapat Wali Kota Tarakan dr Khairul dan sang istri yang telah mendaftarkan haji sejak 14 tahun lalu. Sehingga momentum tersebut terasa spesial bagi jemaah lainnya lantaran dapat berangkat haji bersama orang nomor satu di Kota Tarakan tersebut.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, secara resmi melepas keberangkatan jemaah dalam sambutannya menyampaikan, ibadah haji merupakan panggilan mulia yang tidak semua orang dapatkan, sehingga setiap jemaah diharapkan mampu menjaga niat, kesehatan, dan kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Momentum keberangkatan ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan batin yang penuh makna. Kami melihat kebahagiaan sekaligus haru dari para jemaah dan keluarga yang mengantar. Ini adalah panggilan Allah yang patut disyukuri,” ujarnya, Senin (4/5).
"Saya berdoa kepada seluruh jemaah semoga menjadi haji yang mabrur. Semoga setelah berhaji seluruh jemaah dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan istiqomah," sambungnya.
Diketahui, jumlah CJH yang berangkat pada pagi hari sebanyak 103 jemaah yang tergabung dalam Kloter 7. Sementara itu, 83 jemaah lainnya yang masuk dalam Kloter 8 berangkat pada siang hari. Seluruh jemaah diberangkatkan secara bertahap menyesuaikan dengan kapasitas penerbangan dari Tarakan yang juga melayani penumpang umum.
Ibnu menegaskan, jika pemerintah setiap tahunnya terus berupaya untuk meningkatkan kuota jemaah agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Kendati demikian, hal tersebut bergantung pada pemerintah kerajaan Arab Saudi.
"Kami berharap kepada seluruh jemaah agar menjaga kesehatan serta mematuhi arahan petugas selama berada di Tanah Suci. Kami terus mengupayakan penambahan kuota di daerah setiap tahunnya ke pusat. Dan pemerintah Indonesia juga setiap tahun selalu berkoordinasi dengan kerjaan Arab Saudi untuk kebijakan penambahan. Tapi kebijakannya kembali ke sana lagi, apakah mereka bersedia atau tidak," katanya.
"Kita tahu Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang jemaah haji terbanyak di dunia. Itu karena kita termasuk salah satu negara Islam terbesar. Makanya setiap tahun pemerintahan selalu melobi untuk ada penambahan kuota karena desakan kebutuhan. Itu dilakukan supaya masa tunggu haji tidak terlalu lama," sambungnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT