TARAKAN – Keluhan masyarakat terkait ketersediaan ikan berkualitas di pasar lokal kembali mencuat. Warga menilai, ikan dengan kualitas terbaik lebih banyak dikirim ke luar daerah hingga luar negeri, sehingga yang tersisa di pasar lokal dinilai kurang memuaskan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rukhi Syayahdin menegaskan, persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Ia menjelaskan, distribusi ikan lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi dan daya beli pasar.
“Ikan yang diekspor itu umumnya bernilai ekonomi tinggi. Sementara di pasar lokal, yang dijual adalah ikan yang lebih terjangkau seperti ikan layang dan bandeng,” ujarnya, Minggu (3/5).
Menurutnya, ikan dengan harga tinggi seperti ikan merah dan ikan bawal memiliki pasar tersendiri di luar daerah, bahkan hingga ke Tawau, Malaysia, karena permintaan dan harga jual yang lebih kompetitif.
Meski demikian, pemerintah memastikan harga ikan di pasar lokal tetap terkendali agar bisa dijangkau masyarakat. DKP juga rutin menghadirkan program Pasar Ikan Murah untuk membantu menekan harga.
“Selisih harga dalam program ini bisa mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram dibanding harga normal,” jelasnya.
DKP menegaskan, ketersediaan ikan di pasar lokal tetap mencukupi, hanya saja terjadi segmentasi berdasarkan harga dan kualitas sesuai kebutuhan pasar. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT