Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

SMKN 4 Tarakan Bertahan di Tengah Keterbatasan Ruang

Eliazar Simon • Minggu, 3 Mei 2026 | 20:08 WIB
TERBATAS : Meningkatnya jumlah peserta didik membuat SMKN 4 Tarakan mengalami keterbatasan sarana dan prasarana. ISTIMEWA
TERBATAS : Meningkatnya jumlah peserta didik membuat SMKN 4 Tarakan mengalami keterbatasan sarana dan prasarana. ISTIMEWA

TARAKAN – Keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan utama di SMK Negeri 4 Tarakan seiring meningkatnya jumlah peserta didik yang kini mencapai 773 siswa. Di tengah kondisi tersebut, sekolah tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan memaksimalkan ruang yang tersedia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Sudirman mengungkapkan, kebutuhan ruang kelas baru (RKB) sebenarnya telah masuk dalam perencanaan tahun 2025. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan akibat kendala teknis dan administrasi.

“Memang 2025 kami dijanjikan ada RKB, tapi karena waktu pelaksanaan yang mepet dan ada persoalan administrasi, akhirnya tidak bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Akibat penundaan tersebut, anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 harus dikembalikan. Sementara untuk tahun 2026, pembangunan belum masuk dalam agenda, sehingga harapan kini diarahkan ke tahun 2027.

“Informasi dari dinas, 2026 belum ada pembangunan. Mudah-mudahan di 2027 bisa terealisasi,” katanya.

Meski demikian, persoalan lahan untuk pengembangan sekolah tidak lagi menjadi hambatan. Pemerintah telah membeli lahan seluas sekitar 4,1 hektare, dengan sekitar 2,1 hektare dialokasikan untuk SMK Negeri 4 Tarakan. Namun, proses legalitas lahan masih berlangsung.

“Lahannya sudah ada, hanya akta tanahnya masih berproses dan belum semuanya selesai,” jelasnya.

Dengan kondisi fasilitas yang belum sepenuhnya memadai, sekolah melakukan berbagai penyesuaian agar proses pembelajaran tetap berjalan. Meski belum ideal, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.

“Kalau dibilang nyaman memang belum, tapi anak-anak sudah terbiasa dan tetap belajar dengan baik,” ujarnya.

Pihak sekolah berharap pembangunan ruang kelas baru dapat segera direalisasikan agar kebutuhan ruang belajar yang terus meningkat dapat terpenuhi dan kualitas pembelajaran semakin optimal. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#RUANG KELAS BARU #tarakan #pendidikan #smk #RKB