Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kebijakan Komisi 8 Persen Mandek, Driver di Tarakan Siapkan Aksi Serentak?

Zakaria RT • Minggu, 3 Mei 2026 | 19:34 WIB
MENCARI NAFKAH : Salah satu pengemudi ojol yang beroperasi  di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MENCARI NAFKAH : Salah satu pengemudi ojol yang beroperasi  di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Belum adanya kejelasan terkait permintaan driver ojol (ojek online) terkait pemangkasan komisi aplikasi menjadi 8 persen, membuat driver ojol mulai mempertimbangkan menjalankan aksi untuk mendesak aspirasi tersebut diberlakukan.

Mengingat, aspirasi tersebut tak lagi sekadar keluhan di kalangan pengemudi transportasi online, melainkan mulai berubah menjadi konsolidasi gerakan terbuka yang berpotensi meluas secara nasional, termasuk di Kota Tarakan yang kini bersiap mengambil bagian.

Ketua DPD (SePOI) Kalimantan Utara (Kaltara) Misyadi mengatakan, jika langkah penyampaian aspirasi yang tengah disiapkan bukan gerakan spontan, melainkan bagian dari konsolidasi nasional bersama sejumlah kota lain yang tergabung dalam  Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI).

“Kalau dalam waktu dekat belum ada realisasi, kami bersama forum di 16 kota akan kembali menyuarakan tuntutan ini secara nasional. Ini bukan hanya Tarakan, tapi gerakan bersama. Sejatinya menjadi harapan besar bagi para pengemudi, karena dianggap dapat memperbaiki keseimbangan pendapatan antara aplikator dan mitra driver. Tapi sampai kini, tanda-tanda realisasi kebijakan itu belum kelihatan," ujarnya, Minggu (3/5).

“Yang kami rasakan di lapangan, potongan masih tetap seperti biasa, sekitar 20 persen. Artinya kebijakan itu belum dijalankan oleh aplikator. Tuntutan kami pengemudi tidak berhenti pada persoalan komisi saja. Ada sejumlah persoalan struktural yang selama ini dinilai belum mendapatkan kepastian regulasi maupun perlindungan yang memadai dari pemerintah," sambungnya.

Ia menyebut, tuntutan yang akan dibawa dalam aksi mencakup kenaikan tarif ojol yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kondisi ekonomi saat ini, kejelasan regulasi untuk layanan pengantaran barang dan makanan yang terus berkembang pesat, serta penerapan tarif bersih bagi layanan taksi online roda empat (R4).

“Selain komisi 8 persen, ada juga tuntutan lain seperti kenaikan tarif, kejelasan regulasi untuk layanan food dan barang, serta tarif bersih untuk roda empat. Ini semua sudah lama kami suarakan, tapi belum ada perubahan signifikan,” jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#komisi 8 persen #ojek online #tarakan #ojol #taksi online