Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Persaingan Kian Ketat, Pedagang Sapi di Tarakan Harapkan Ada Regulasi Dagang

Zakaria RT • Kamis, 30 April 2026 | 19:31 WIB
SEPI : Harga tinggi bikin penjualan hewan kurban di Tarakan sepi pembeli. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
PERLU REGULASI : Persaingan penjualan sapi di Tarakan dinilai perlu regulasi dagang yang mengatur. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Adanya persaingan penjualan sapi di Kota Tarakan kian ketat, di mana pemasok kini ikut menjual langsung ke konsumen. Kondisi ini dikeluhkan pedagang lokal karena dinilai menggerus pasar dan berdampak pada penurunan minat beli masyarakat. 

Salah satu pedagang sapi, Pudding mengatakan, adanya penurunan antusias pembeli tahun ini yang dipicu semakin ketatnya persaingan di pasar. Kondisi tersebut tidak lepas dari perubahan cara pemasok mendistribusikan ternak. Jika sebelumnya pemasok hanya menjual ke pedagang lokal, kini mereka juga langsung menjual ke konsumen di Tarakan.

“Sekarang pemasok dari sana itu sudah jual sendiri juga di sini. Jadi kita ini saingannya bukan cuma sesama pedagang lokal, tapi langsung sama pemasok. Dia bawa sapi dari sana, terus dia juga yang jual di sini,” ucapnya, Kamis (30/4).

“Jadi kita yang di sini ini jadi berat. Dulu mereka hanya jual ke pedagang di sini saja. Kita yang jual ke masyarakat. Sekarang mereka langsung jual sendiri. Jadi pasar kita itu diambil juga. Itu yang bikin pedagang di sini merasa kesulitan,” sambungnya, Kamis (30/4).

Ia menilai, sistem distribusi sebelumnya lebih memberikan ruang bagi pedagang lokal untuk berkembang. Sementara pola saat ini justru mempersempit peluang, karena pasar yang sebelumnya dikuasai pedagang kini ikut diambil oleh pemasok.

Pudding berharap kondisi tersebut dapat diatur melalui kebijakan yang lebih jelas, agar tidak merugikan pedagang lokal. Namun hingga saat ini, ia menyebut belum ada regulasi tegas yang mengatur mekanisme distribusi tersebut.

“Sebetulnya ini bisa diatur, supaya sama-sama bisa jalan. Supaya pedagang di sini juga dapat bagian, tidak semuanya diambil langsung sama pemasok. Tapi sampai sekarang belum ada aturan yang jelas, jadi ya jalan masing-masing saja,” ujarnya.

“Sudah pernah disampaikan, sudah sering juga dibahas. Tapi ya belum ada perubahan. Kita ini mau bagaimana lagi, tetap jualan saja, cari makan saja,” tambahnya.

Di tengah berbagai tantangan itu, ia tetap berharap penjualan akan meningkat mendekati Iduladha. Apalagi, dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan sapi yang diperkirakan bisa mendongkrak transaksi di pasar.

“Nanti masih ada sapi datang lagi. Informasinya dari sana berangkat tanggal 2 Mei. Biasanya satu kapal itu bisa bawa banyak, bisa ratusan ekor. Mudah-mudahan nanti penjualan bisa ikut naik juga,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #sapi #iduladha #sapi kurban #hewan kurban