Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kekurangan Petugas dan Overkapasitas Jadi Tantangan Lapas Tarakan

Eliazar Simon • Senin, 27 April 2026 | 20:21 WIB
TANTANGAN: Kekurangan petugas menjadi tantangan serius di Lapas Tarakan dalam melakukan pengawasan secara maksimal, termasuk dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. LAPAS KELAS IIA TARAKAN 
TANTANGAN: Kekurangan petugas menjadi tantangan serius di Lapas Tarakan dalam melakukan pengawasan secara maksimal, termasuk dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. LAPAS KELAS IIA TARAKAN 

TARAKAN – Di balik upaya menjaga Lapas tetap steril dari narkoba, persoalan klasik berupa kekurangan petugas dan overkapasitas masih menjadi tantangan serius di Lapas Tarakan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Tarakan, Trisno Witanta Tarigan mengungkapkan, saat ini satu regu pengamanan hanya beranggotakan sekitar 10 hingga 11 orang, sementara jumlah warga binaan telah mencapai lebih dari 1.300 orang.

“Dalam satu blok bahkan hanya dijaga satu petugas. Ini tentu jauh dari kondisi ideal,” ungkapnya.

Kondisi tersebut diakui menjadi tantangan dalam melakukan pengawasan secara maksimal, termasuk dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.

Meski demikian, pihaknya memastikan berbagai langkah antisipasi tetap dilakukan. Salah satunya dengan memperketat pemeriksaan di pintu masuk, serta melakukan razia rutin kamar hunian warga binaan.

Selain itu, Lapas Tarakan juga menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara dalam pelaksanaan tes urine sebagai langkah deteksi dini.

Untuk mengurangi beban hunian, pihak lapas berharap program asimilasi bagi narapidana dengan masa pidana di bawah lima tahun dapat dimaksimalkan melalui kerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Program asimilasi ini penting untuk mengurangi kepadatan, sehingga pengawasan bisa lebih optimal,” jelasnya.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi seperti jammer sinyal juga mulai dilirik sebagai solusi jangka panjang guna mencegah penggunaan alat komunikasi ilegal di dalam lapas.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pihak Lapas Tarakan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan lapas tetap kondusif. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #lapas #over kapasitas lapas #warga binaan