TARAKAN - Pengelolaan sampah di Kota Tarakan mendapatkan sorotan seiring kapasitas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Juata Kerikil yang mulai terbatas. Padahal, TPAS yang baru berusia seumur jagung ini diharapkan dapat diandalkan dalam jangka waktu yang lama. Namun demikian, masifnya produksi sampah masyarakat Tarakan membuat TPAS Juata Kerikil memerlukan penambahan luas guna untuk dapat menampung secara maksimal.
Saat dikonfirmasi, Anggota Komisi III DPRD Tarakan, Barokah menerangkan, saat ini kondisi TPAS Juata Kerikil tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, produksi sampah masyarakat yang terus meningkat lambat laun dapat membuat TPAS Juata Kerikil berpotensi tidak dapat digunakan sesuai ekspektasi. Mengingat kata dia, TPAS Juata Kerikil disiapkan untuk difungsikan dalam jangka waktu yang lama.
“Kami mengkhawatirkan TPAS Juata Kerikil baru dipakai beberapa tahun sudah over. Makanya kita perlu antisipasi baik opsi memaksimalkan penggunaan luas area atau strategi pengelolaannya," ujarnya, Senin (27/4).
Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata-mata menjadi persoalan keterbatasan lahan, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika pengelolaan sampah di daerah yang terus berkembang. Ia menilai, peningkatan volume sampah setiap tahun merupakan hal yang tidak terhindarkan, sehingga kesiapan infrastruktur seperti landfill harus direncanakan secara lebih matang dan berkelanjutan.
“Saat ini laporan sampah harian yang masuk rata-ratanya 130 ton perhari. Sebenarnya angka ini menurun karena beberapa tahun lalu sempat mencapai 160 ton saat masih di TPAS Hake Babu. Tapi karena sebagian sampah sudah dimanfaatkan untuk daur ulang jadi sudah berkurang," terangnya.
"Tapi walaupun menurut secara kuantitas angka ini bisa dalam waktu singkat membuat TPAS Juata kerikil penuh. Makanya perlu ada peningkatan fasilitas di sana (TPAS Juata Kerikil). Landfill yang ada saat ini memang belum terlalu luas, jadi dalam waktu relatif singkat sudah terisi. Ini wajar dalam tahap awal operasional, tetapi ke depan tentu perlu ada penyesuaian kapasitas agar bisa mengimbangi volume sampah yang terus meningkat,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT